Menjadi mahasiswa baru tentu merupakan pengalaman sinematik,  setelah melalui perjuangan spritiual dan upaya belajar yang sangat heroik, terlebih ketika diterima di suatu perguruan tinggi negeri terkemuka di suatu kota. tentu ada banyak cerita-cerita mencengagkan seputar debar jantung Mahasiswa Baru ketika hendak membuka hasil seleksi masuk perguruan tinggi,  setiap angka nomor pendaftaran yang diketik tentu semakin memacu debar jantung hingga akhirnya,  boom! layaknya dentuman suara kembang api yang meledak di langit ketujuh, gemerlap warnanya berpendar riuh di angan bahagia saat itu. sekilas,  itulah gambaran bahagianya Mahasiswa Baru yang baru saja diterima di Universitas impiannya,  namun saat itu tak sedikit pula para Calon Mahasiswa Baru yang harus menelan kekecewaan setelah upaya yang dilakukan untuk masuk ke Universitas impiannya tak membuahkan hasil sesuai harapannya. satu hal yang ingin ditekankan dan harus disadari oleh para Mahasiswa Baru adalah, kalian adalah orang-orang terpilih yang ditakdirkan menjadi Mahasiswa/i dengan anugerah kesempatan untuk menjadi individu yang merdeka secara prinsip dan kerjanya sesuai peran-fungsi Mahasiswa supaya mampu merubah tatanan sosial yang lebih baik lagi selepas lulus dan kembali hidup ditengah masyarakat.

Menjabarkan dunia kampus seisinya tentu akan sama halnya dengan ketika kita menjabarkan seluruh isi hutan belantara,  ada banyak keragaman mahluk dan tumbuhan yang hidup dan membentuk rantai makanan. Membincang tentang hutan tak melulu akan terfokus pada rawa,  tapi juga belantara, savana hingga danau,  maka begitulah seharusnya mahasiswa baru memaknai dunia kampus yang sangat kompleks dan multikultural dinamikanya bahwa kampus tak sesempit ruang perkuliahan, realita dalam dunia kampus tak sekonyol sinema-sinema mainstream ala FTV, tanggung jawab menjadi mahasiswa lebih dari sekedar mengisi absensi kehadiran perkuliahan, mendengarkan dosen yang menyampaikan materi, presentasi ala kadarnya, atau juga mengerjakan tugas, praktikum maupun laporan dari dosen. sekalipun itu semua terasa melelahkan tetap saja tanggung jawab menjadi mahasiswa tidak sebercanda itu ketika kalian baru saja menerima materi tentang peran dan fungsi mahasiswa yang katanya,  Agent of Change, Agent of Control dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, pada hari pertama ketika menginjakkan kaki di kampus,  mahasiswa baru haruslah sadar bahwa kampus hanyalah memfasilitasi dan menyiapkan waktu serta sarana dan prasarana dalam kegiatan perkuliahan dalam mewujudkan cita-cita, selebihnya adalah bagaimana para mahasiswa baru memanfaatkan waktu serta kesempatannya selama menerima waktu perkuliahan tersebut tanpa menafikan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa sesuai peran dan fungsinya. kampus tidak memberikan jaminan kepada satu persatu mahasiswa baru bahwa kelak mereka akan dipastikan mendapatkan pekerjaan ataupun profesi yang se-linear dengan bidang studi, semua kembali kepada bagaimana para mahasiswa baru memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Bulan agustus merupakan momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, tentu ada baiknya kita perlu memahami bulan agustus ini sebagai suatu refleksi tentang arti kemerdekaan bagi mahasiswa baru, kebebasan mahasiswa baru dalam memilih jalan ataupun kiprah non-akademiknya di ranah UKM intra maupun Organisasi Ekstra Kampus, biarkan mahasiswa bebas merdeka dalam menentukan arah pandangnya sebelum melangkah kedalam rimba-rimba dunia kampus yang sangat kompleks dan moderat.

Fokus utama yang perlu kita pahami ditengah merebaknya desas-desus pelarangan untuk bergabung di Organisasi Ekstra kampus terhadap baru yang justru dilakukan oleh seniornya sendiri dengan berbagai tuduhan yang cenderung mendiskreditkan wajah organisasi ekstra kampus dihadapan para mahasiswa baru, seolah-olah Organisasi Ekstra merupakan hantu yang ditakuti layaknya ideologi komunis di negara ini. tentu sangat disayangkan, ketika seorang senior justru memberikan pemahaman yang keliru terhadap para mahasiswa baru, mungkinkah para senior yang keblinger itu hingga kini masih merasa hidup di rezim orde baru yang sangat represif dengan kebijakan NKK dan BKK? ketika mahasiswa dilarang berorganisasi, mengkritisi kebijakan pemerintah dan pembelajaran terhadap ilmu-ilmu politik dan perkuliahan hanya dibatasi sampai tataran teori-teori belaka? semoga tidak, karena larangan-larangan tanpa mengetahui rimba sejarah dan manfaatnya berorganisasi justru mengasingkan para mahasiswa baru itu terhadap rasionalitas terhadap dunia sekitarnya, menjadi mahasiswa di kampus tak sebercanda dunia FTV dan tak sesederhana memahami sabda para senior yang keblinger

Orang jadi Radikal karena tidak memahami sejarah bangsanya, Mahasiswa menjadi antipati terhadap organisasi juga karena tidak memahami sejarah mahasiswa Indonesia di Era Orde Lama hingga Orde Baru sebelum memasuki era Reformasi, pilihan untuk berorganisasi tidak bisa dikatakan sebagai jalan atau sikap untuk menjadi Radikal. pada akhirnya, nikmatilah waktu menjadi mahasiswa. bertemanlah dengan buku-buku bacaan setidaknya untuk mengurangi rendanya budaya literasi bahkan dikalangan mahasiswa sendiri, percayalah pada buku bukan pada kata senior yang tidak suka berorganisasi.masa depan ada ditangan sendri, bukan ditangan senior maka tentukan sendiri jalan karier non-akademik di kampus. Ada banyak UKM-UKM Intra kampus yang menanti, ada banyak Organisasi Ekstra Kampus yang siap menyambut, selamat datang mahasiswa baru! (RqN)

By Pijar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *