FKIP – Selasa, 25 Juni 2019. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan baru-baru ini telah merencanakan program studi baru. Diperkirakan tahun 2020 program studi baru tersebut telah disetujui dan diresmikan berdiri. Program studi baru S1, S2, dan S3. Bahkan ada pula beasiswa untuk mahasiswa S3.

Sementara ini FKIP memiliki 16 program studi, diantaranya 12 prodi S1, 3 prodi S2 dan 1 prodi baru S3 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam yang akan dimulai semester depan. Selain itu FKIP juga mempunyai satu prodi pendidikan profesi guru yang didalamnya terdiri dari 8 bidang studi. Sehingga total semua prodi adalah 17 prodi. Jumlah student body sekitar 8500 orang, dan setiap tahun menerima sekitar 1200 orang mahasiswa. Dengan jumlah 175 dosen dan sekitar 78 staf maka sumber daya FKIP cukup mumpuni untuk menangani prodi-prodi ini. Diantara dari 175 orang dosen tersebut sekitar 6% adalah profesor, 28% adalah doktor dan sisanya adalah S2. Menurut penjelasan yang dipaparkan oleh Prof. Dafik selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (25/6/2019).
Selanjutnya FKIP akan mendirikan minimal dua prodi baru S1, yaitu Pendidikan Teknologi Informasi dan Pendidikan Desain Fashion.

“Kemudian ke depan FKIP akan mendirikan minimal dua prodi baru lagi yaitu S1 Pendidikan Teknologi Informasi (berada dalam jurusan saintek) dan S1 Pendidikan Desain Fashion.”

Pada era industri 4.0 penguasaan akan teknologi informasi sangat dibutuhkan. Terutama bagi dunia pendidikan yang mana perkembangan seputar ilmu-ilmu pendidikan sangat cepat tersebar-luaskan. Tidak hanya itu, kecanggihan teknologi juga membawa dampak yang positif bagi masyarakat. Maka dari itu FKIP optimis mencetak calon guru yang berkompeten terhadap perkembangan informasi dan teknologi yang kemudian diajarkan pada siswa di sekolah-sekolah seperti Sekolah Menengah Kejuruan jurusan informatika.

Selain itu FKIP juga optimis mencetak calon guru yang berkompeten di bidang desain fashion. Bagi siswa-siswi yang berminat dalam pengembangan budaya-budaya lokal masyarakat, prodi Pendidikan Desain Fashion merupakan pilihan yang tepat. Lulusan dari prodi ini nantinya bisa sebagai guru tata busana di sekolah. Sehingga tidak hanya keterampilan praktis saja namun juga memiliki pengetahuan secara teoritis di bangku kuliah.

“Pentingnya mewadai aktifitas rutin Jember Fashion Carnaval dan fashion-fasion carnaval di daerah lain, maka kebutuhan akan pemahaman kognitif masyarakat akan fashion perlu diformalkan sehingga disamping memiliki keterampilan praktis mereka juga memeliki pengetahuan secara teoritis yang diperoleh dari bangku mata kuliah.”

Mengenai tenaga kerja dosen yang nantinya mengajar pada dua prodi ini diambil dari dosen FKIP yang ada sekarang. Dosen-dosen yang memiliki irisan latar belakang teknologi informasi dan desain fashion. Misalnya dosen prodi Pendidikan Desain Fashion dalam hal kultur dan budaya, maka dosennya adalah orang sosiologi. Untuk pemasaran produk handycraft bisa diambil dari dosen Pendidikan Luar Sekolah. Dosen prodi Pendidikan Teknologi Informasi dalam bidang perfilman bisa diambil dari dosen FIB, sehingga dosennya tidak hanya dari lingkungan FKIP saja.
“Termasuk juga FKIP akan mendidirikan prodi baru yaitu S3 Pendidikan Matematika karena sumber daya manusianya cukup yaitu terdiri minimal 9 doktor dan dua profesor. Program magister pada prodi-prodi berikutnya seperti S2 Pendidikan Dasar, S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, S2 Pendidikan Bahasa Inggris dan S3 Pendidikan IPS. Sekarang terus dikembangkan proposalnya sehingga diperkirakaan tahun 2020 itu semua sudah beridiri.”

Untuk S3 Pendidikan merupakan prodi yang baru dilahirkan dan membutuhkan mahasiswa baru. Calon mahasiswanya adalah guru, dosen atau praktisi. Pendaftaran gelombang 3 sudah dimulai dan terakhir tanggal 5 Juli 2019. FKIP juga menyediakan beasiswa yaitu berupa beasiswa bebas Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan living cost 6 juta untuk S2 dan 15 juta untuk doktor selama satu semester. Mekanisme seleksi beasiswa dilakukan oleh kantor pusat melalui program pascasarjana Universitas Jember.

Pengembangan proposal dilakukan melalui beberapa tahap, antara lain mengembangkan taskforce, melakukan analisis internal (SDM, sarpras, dll) maupun eksternal (potensi pendaftar), menulis proposal, mengupload pada silemkerma.dikti, dan menungu keputusan. Untuk saat ini pengembangan proposal masih dalam tahap menunggu keputusan. Jika sudah disetujui untuk S1 langsung diputuskan, sedangkan pasca sarjana dilakukan visitasi. Sehingga diharapkan tahun 2020 semua prodi ini sudah berdiri.

Penulis: merisa

Editor: ihsan

By Pijar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *