foto gedung ormawa tampak depan

lpmpijar.jejaring.org – Pembangunan gedung ormawa FKIP telah rampung dikerjakan. Tentunya hal ini menjadi angin segar bagi ormawa FKIP sekaligus polemik baru dalam keorganisasian kampus. Berawal dari keprihatinan serta perlunya pembinaan dan pemantauan terhadap ormawa FKIP yang tidak memiliki gedung yang terintegrasi. Wakil Dekan 3 Dr. Sukidin, M.Pd FKIP Universitas Jember mengajukan proposal kepada pihak rektorat agar pembangunan gedung ormawa segera dilaksanakan. Pembangunan gedung Ormawa sesuai visi di bawah kepemimpinan jajaran Dekan, dan Wakil Dekan yakni pemerataan pembangunan. Sebelumnya, wacana pembangunan gedung Ormawa telah disampaikan sejak tahun 2017, namun karena ada beberapa tahap yang perlu dilalui. Menyebabkan pembangunan gedung ormawa tersendat sampai tahun 2019.

Baca Juga: Prestasi Mahasiswa FKIP Universitas Jember di tengah Era Industri 4.0

Adanya gedung ormawa memberikan warna baru dalam proses berorganisasi di FKIP. Urgensi dalam berorganisasi adalah komunikasi, interaksi dan sosialisasi. Pasalnya selama ini ruang sekretariat ormawa tersebar dan tidak merata. Hal inilah yang terkadang menjadi momok, terjadi kesalahpahaman antar Ormawa. Di masa postmodernisme yang semakin menggila ini, apa yang disebut realitas sekarang tidaklah stabil dan tidak dapat diperkirakan dengan konsep ilmiah tradisional. Mahasiswa semakin “tersimulasi”, tertipu dalam “dunia citraan” dan “wacana” yang secara cepat menggantikan pengalaman manusia atas realitas. Penyebabnya adalah budaya, iklan, dan pengaruh yang berasal dari media sosial dan televisi.

Gedung Ormawa diharapkan mampu meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi sehingga Ormawa dapat bekerja sama secara kompatibel. Misalnya dalam hal program kerja dsb, Pengumuman dapat tersebar dengan mudah. UKM dapat menyampaikan pengumuman gerakan kebersihan secara cepat. Mengadakan diskusi rutin Ormawa untuk membahas permasalahan terkini di kampus. Muaranya nanti mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual saja, tetapi jiwa sosial dan komunikasi ditempa melalui organisasi kampus.

Pembangunan gedung Ormawa dimulai bulan Mei sampai pertengahan Agustus 2019. Pada tanggal 22 Agusutus 2019 telah dilaksanakan serah terima dari pihak CV ke pihak dekanat. Pihak CV menyatakan gedung ormawa sudah layak pakai. Gedung ormawa akan difungsikan sebagai sentral sekretariat ormawa yang terdiri dari 12 HMP dan 10 UKM. Gedung ormawa memiliki 4 tingkat. Tingkat pertama difungsikan sebagai cafetaria/pusat kuliner Ormawa FKIP UNEJ. Tingkat kedua dan ketiga difungsikan sebagai sekretariat ormawa. Kemudian untuk lantai keempat difungsikan sebagai aula pertemuan. Pada lantai 2 dan 3 terdapat 24 ruangan dimana 22 ruang digunakan untuk 12 hmp dan 10 UKM dan 1 ruang untuk sekretariat alumni. Pengadaan sekretariat alumni disebabkan kontribusi alumni sangat nyata untuk UNEJ khususnya FKIP. Salah satu bukti nyata kontribusi alumni yakni masjid Ki Hadjar Dewantara.

Cafetaria/pusat kuliner pada saat penggunaannya akan dikelola oleh laboratorium kewirausahaan yang dikelola oleh Bu Zeti PGSD. Hal ini seiring dengan program tentang penambahan mata kuliah institusi, yaitu mata kuliah industrial pertanian, dan wawasan bisnis dan kewirausahaan. Sehingga FKIP telah mengantisipasi program tersebut dengan mengadakan laboratorium kewirausahaan. Dalam proses pengelolaannya nanti akan diperbolehkan mahasiswa dan penjual dari luar untuk mengisi cafetaria tersebut. Bagi mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan dan meningkatkan skill kewirausahaan.

Sebuah gedung baru tentu tidak indah dipandang apabila tanpa adanya barang parabot, perlengkapan didalamnya. Selain Cafetaria atau pusat kuliner, terdapat wacana pada setiap ruangan atau sekretariat ormawa akan dilengkapi dengan mebel seperti lemari, satu unit komputer, meja, kursi, karpet, dan kipas angin. Ihwal fasilitas gedung Ormawa hanya dilengkapi 2 kamar saja di lantai 1. Insinuasinya disebabkan karena historis gedung ormawa di salah satu fakultas ditemukan alat kontrasepsi di dalam kamar mandi. Oleh karena itu, pihak CV menyarankan agar tidak dibangun kamar mandi di lantai atas. Kemudian, penggunaan gedung ormawa dibatasi sampai pukul 10 malam. Artinya, mahasiswa organisatoris tidak diperboleh tinggal di sekretariat ormawa.

Gedung ormawa masih belum dilegitimasikan oleh pihak fakultas kepada mahasiswa, karena masih menunggu mebel untuk mengisi ruangan ormawa. Apabila sampai lebih dari tanggal 15 September belum ada, maka diperkirakan gedung ormawa akan mulai digunakan. Aksentuasi tujuan dan harapan pembangunan gedung ormawa yakni peningkatan outcome prestasi akademik dan non-akademik sehingga peringkat mahasiswa FKIP dalam Simkatmawa dikti (Sistem Pemeringkatan Mahasiswa Pendidikan Tinggi) meningkat. Selain itu, harapannya dengan sentralisasi Ormawa memudahkan pemantauan dan pembinaan ormawa sehingga jajaran pengurus Ormawa (12 HMP dan 10 UKM) dapat bekerja sama secara kompatibel.

Penulis: Zulfa Ihsan

Editor  : Abdu

By Pijar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *