FKIP, PENAPIJAR.com – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) melaksanakan penetapan ketua dan wakil ketua umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terpilih Muhammad Dhuhal Islam (Sejarah 17) dan Elsy Alifia Pratiwi (PGSD 17) dan anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) sebanyak 13 mahasiswa dari semua prodi yang ada di FKIP, Minggu 23/02/2020.

Dalam sambutan pertamanya, Dhuhal mengucapkan banyak terima kasih kepada KPUM yang telah mampu menyelenggarakan pemilihan umum raya (Pemira). Mahasiswa angkatan 2017 itu juga menyampaikan salam hangat kepada perwakilan ketua umum Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang hadir pada kegiatan penetapan tersebut.

“Terima kasih saya sampaikan untuk teman-teman KPU yang berhasil menyukseskan terselenggaranya pemira mahasiswa FKIP, juga saya sampaikan ke teman-teman maupun perwakilan-perwakilan ketum ormawa, salam hangat dari saya Muhammad Dhuhal Islam,” ungkapnya.

Dhuhal menyampaikan tujuan kerja-kerja BEM kedepan tidak lepas dari partisipasi mahasiswa FKIP, sehingga ia menyatakan semua aspirasi, bakat minat, dan lain-lain dari mahasiswa harus direalisasikan.

“Pencalonan ini juga merupakan suatu tujuan, ketika tujuan saya itu tersampaikan berarti kan tidak bisa lepas dari teman-teman mahasiswa FKIP yang berpartisipasi dan juga memberikan amanah yang besar pada saya. Berarti, bagaimanapun semua aspirasi, semua bakat minat, dan lain-lain dari temen-temen mahasiswa harus dapat kita realisasikan,” pungkas mahasiswa pendidikan sejarah itu.

Mengenai banyaknya mahasiswa aktif FKIP dan hubungannya dengan prestasi-prestasi yang diraih. Ketua BEM baru ini juga menyatakan bahwa ketika menjadi fakultas dengan mahasiswa paling banyak di Universitas Jember, namun minim prestasi maka hal itu sangat memalukan. Oleh karena itu, pasangan mandataris BEM ini sudah menyiapkan strategi untuk satu tahun kepengurusan kedepan dengan menjadikan FKIP yang kompetitif, prestatif, dan harmonis. Bahkan, ia tidak segan meminta mahasiswa menuntut ketika tujuan itu tidak teralisasikan.

“Terkait mahasiswa aktif tadi kan disebutkan oleh KPU sekitar lima ribu berapa itu kan, sekitar lima ribu lebih, disampaikan bahwa hari ini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di UNEJ sendiri dipandang sebagai mahasiswa terbesar saja, otomatis kita malu ketika mengatakan sekarang ini mahasiswa terbesar tanpa adanya prestasi itu malu, berarti yang harus kita kembangkan seperti yang saya sampaikan ketika kampanye atau ketika apa itu, bisa nanti ketika teman-teman menagih kepada saya, mana di timeline kok dikatakan menciptakan FKIP yang kompetitis, prestatif, dan harmonis. Nah, bagaimana nantinya kita bisa prestatif makanya perlu adanya kompetisi-kompetisi internal, kompetisi-kompetisi tingkat nasional, dan lain-lain. Sehingga nanti prestasi-prestasi itu akan muncul, sehingga hari ini FKIP tidak dipandang lagi hanya sebagai mahasiswa terbesar tapi prestasi terbesar di 2020” jelasnya.

Untuk mencapai FKIP yang prestatif, harmonisasi prodi menjadi hal yang sangat mendasar. Dengan adanya harmonisasi itu maka sinergitas antar prodi akan tercapai. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh ketua BEM terpilih

“Langkah yang sangat tepat kalau menurut saya dan kemaren sudah saya kaji dengan wakil saya mbak Elsy Alifia Pratiwi, langkah yang benar-benar paling dasar sebagai pondasi adalah perlu adanya harmonisasi, hormonisasi setiap prodi sehingga nanti sinergitas antar prodi itu tercapai bagaimana mencapai tujuan yang sama perlu adanya harmonisasi, tujuan-tujuan itu kita kumpulkan, kita serap, mari kita laksanakan bersama”.

Oleh : Muhamad Saini

Editor : Dian

By Pijar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *