Penapijar.com – Mahasiswi asal Banyuwangi ini tak kenal yang namanya putus asa. Berbagai aktivitas kampus dijalani dengan penuh semangat. Bermacam kegiatan tak pernah luput dari keikutsertaannya. Mahasiswi yang biasa dipanggil Ima ini sudah sedari awal (mahasiswa baru) menunjukkan kemampuannya dalam bidang penulisan yang berbasis riset (penelitian). Hal tersebut di buktikan dengan keberhasilan  PKM-P (program kreativitas mahasiswa penelitian) yang di danai oleh Kemenristekdikti pada tahun 2019 lalu.

Ketenaran tim PKM-P yang diketuai oleh Ima dengan judul “Penelusuran Situs Sukoreno Kabupaten Jember Sebagai Upaya Konservasi Aset Budaya Nasional” bisa diakses di media-media lokal bahkan nasional, seperti radarjember.jawapos.com, kabarjember.com, kaskus.co.id, beritajatim.com, sindonews.com, dan Universitas Jember di laman resminya.

Disamping usaha untuk mencapai prestasi-prestasi nya, wanita yang memiliki nama lengkap Ainur Rohimah ini juga aktif di organisasi-organisasi kampus, mulai dari HMP (Himpunan Mahasiswa Prodi), UKM (Unit Kreativitas Mahasiswa), sampai BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di jamah oleh mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2018 ini. Tidak selesai sampai di situ, untuk menambah pengalamannya ia mengikuti sejumlah kepanitiaan, seperti PKKMB (ospek universitas), PPMB (ospek fakultas), lomba tingkat nasional, seminar nasional, dan lain sebagainya.

Wanita tamatan SMK ini pun selalu menempati tempat strategis (penting) dalam organisasi kampus dan kepanitiaan-kepanitiaan di kampus, misal sebagai sekretaris dalam ospek fakultas 2019, Koordinator Pengembangan Mahasiswa dalam HMPS IMABINA (HMP PBSI) 2020, Kepala Bidang Riset dalam UKM Prisma (Pusat Riset Mahasiswa) 2020, Kepala Bidang Kajian Isu Strategis dan Advokasi (Kastrad) dalam BEM 2020.

Banyaknya organisasi yang diikuti oleh Ima merupakan bukti kalau mahasiswi tersebut bukanlah mahasiswi kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Istilah mahasiswa/i kupu-kupu biasanya di sandingkan pada mahasiswa yang hanya kuliah, sehabis kuliah pulang ke rumah, kos, atau kontrakan (tidak mengikuti organisasi/kegiatan di luar perkulihan sama sekali). Banyak hal yang menyebabkan mahasiswa/i menjadi kupu-kupu, di antaranya  malas mengikuti kegiatan di luar perkuliahan, takut nilai kuliah kecil karena menganggap organisasi bisa menghambat akademik, atau takut tidak bisa manajemen waktu, dan banyak ketakutan-ketahuan yang lain, taaakuuuttttt… padahal ya belum pernah mencoba.

Ketika dijalani ternyata ketakutan-ketakutan itu banyak yang tidak terbukti, salah satu contoh “kalau ikut organisasi dapat menghambat akademik”, Ainur Rohimah mampu mendobrak asumsi tersebut dengan segudang prestasi yang telah ia raih. Nilai akademik yang ia peroleh dapat dikatakan luar biasa karena IP dan IPK-nya dari Maba tidak pernah di bawah 3,50. Hal tersebut membuktikan bahwa organisasi tidak seperti yang ditakutkan mahasiswa/i kupu-kupu, ia memberi penjelasan bahwa “Organisasi tidak menghambat akademik. Ini dari pengalaman saya sendiri,” katanya. Bahkan ia mengatakan bahwa organisasi dapat menambah wawasan dan melatih keterampilan.

Memang dalam organisasi diperlukan yang namanya manajemen (waktu, finansial, dan sebagainya), tidak terkecuali dengan Ainur Rohimah ini. “Tidak mengolor-ngolor waktu, membuat jadwal pengerjaan dari tugas-tugas yang di dapat, bukan hanya tugas kuliah tapi tugas organisasi juga harus di jadwalkan”.

Pastinya kita bertanya-tanya, kok bisa mahasiswi sampai menggondol banyak prestasi dan organisasi/kegiatan-kegiatan di kampus, apa sih motivasinya? ketika ditanya demikian, dia mengatakan “Kalau aku hanya berdiam diri bakalan kalah dengan yang berpengalaman. Kalau hanya membaca buku tanpa merasakan berdiskusi dan penerapan, itu hanya omong kosong”.

 

Penulis: Muhamad Saini

Editor: Lhatif

By Pijar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *