Penapijar.com – Badan Perwakilan Mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember menggelar Talk Show Mahasiswa yang bertempat di gedung 3 FKIP Universitas Jember, Minggu 11 April 2021. Kegiatan ini dilakukan dengan semi offline yang dihadiri oleh 45 peserta secara offline, dari seluruh ketua organisasi mahasiswa (ormawa) FKIP dan 36 peserta secara online oleh perwakilan prodi dari angkatan 2018, 2019  dan 2020. Kegiatan ini menghadirkan 2 pemateri yaitu pemateri pertama oleh Bryan Adam S. H, ketua umum BPM Unej 2018 dan pemateri kedua oleh Syifa Surya Ukasyah sebagai ketua BPM FKIP 2021. Moh. Rif”an Nidhom Fahmi sebagai ketua panitia pada kegiatan yang dilakukan pada pagi hari ini menyatakan bahwa kegiatan ini bersasaran pada seluruh ketua ormawa dan angkatan 2018, 2019 dan 2020.

“Talk Show yang dilakukan oleh BPM ini sasarannya adalah para ketua ormawa dan perwakilan mulai angkatan 2018, 2019 dan 2020. Acara ini hanya dilakukan sekarang, namun untuk acara selanjutnya diadakan dengan tema yang berbeda, tentunya dengan teknis semi offline,” Ujar Ketua Panitia kegiatan Talk Show.

Bentuk kegiatan Talk Show mahasiswa ini sekaligus sebagai sosialisasi terkait fungsi BPM sendiri, juga untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh ketua ormawa dan seluruh mahasiswa dari angkatan 2018, 2019 dan 2020. Sesuai dengan fungsi BPM, BPM akan tetap melakukan serap aspirasi agar apa yang menjadi harapan mahasiswa dapat dikaji, serta diwujudkan oleh BPM.

“Harapan saya kedepannya selain melakukan serap aspirasi mahasiwa, BPM mampu menjadi kepanjangan tangan khususnya mahasiswa per prodi dan menjalin solidaritas ormawa se-FKIP untuk memaksimalkan kinerja, selain itu dengan adanya kegiatan ini seluruh mahasiswa dapat paham kehadiran BPM serta fungsi BPM sebagai lembaga legislatif,” Tutur Ketua BPM 2021 itu.

Selaras dengan tugas BPM sebagai organsasi bersifat aspiratif yang menerima seluruh serapan aspirasi mahasiswa menjadikan kegiatan Talk Show ini sebagai jembatan adanya problematika kebijakan yang dicetuskan oleh pihak birokrasi kampus. Selain itu kegiatan ini dapat menjadi wadah penampungan dari permasalahan – permasalahan yang ada pada mahasiswa maupun ormawa dapat diadvokasi. Ainur Rohimah sebagai Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP berharap bahwa BPM dapat melakukan pengkajian dan lebih peka dalam permasalahan yang terjadi pada mahasiswa sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan melakukan kerjasama dengan BEM, tidak hanya itu perlu jalinan hubungan dengan BEM dan BPM dari fakultas lain.

“saya berharap BPM dapat melakukan semacam kajian bersama dengan BEM dan lebih peka terhadap seluruh permasalahan mahasiswa yang mana nanti bisa berhasil dalam pengadvokasian permasalahan mahasiswa itu sendiri, kemudian kedepannya juga dapat menjalin kerjasama dengan BEM dan BPM dari fakultas lain” Jawab perempuan yang biasa dipanggil Ima itu.

Sependapat dengan pernyataan yang diberikan dari Wakil Presiden BEM, kegiatan ini pada dasarnya bersifat baik bagi mahasiswa maupun seluruh ketua ormawa. Karena di dalamnya terhadap pengetahuan mengenai ke BPM an, keorganisasian serta serap aspirasi mahasiswa yang mana dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh mahasiswa, maupun ormawa. Pernyataan dari perwakilan UKM Paranada, Dinda Ayu Lailia Putri berpendapat bahwa kegiatan yang dilakukan oleh BPM ini sangat baik untuk mahasiswa karena dengan adanya serap aspirasi yang dilakukan oleh mahasiswa dapat diketahui harapan – harapan apa yang diinginkan oleh mahasiswa.

“Harapannya kepada BPM dapat menjalankan aspirasi yang telah disampaikan sehingga nanti kedepannya lebih baik lagi, juga kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali ini saja sehingga aspirasi dari mahasiswa dapat disampaikan secara baik,” Sambung perempuan dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu.

Di tengah peliknya problematika yang sering terjadi pada mahasiswa maupun ormawa – ormawa, sudah menjadi tugas dari BPM dapat melakukan pengawalan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada mahasiswa maupun setingkat ormawa. Karena yang menjadi hal terpenting adalah bagaimana BPM dapat mendengarkan segala keluhan dari seluruh kepentingan mahasiswa untuk terus diperjuangkan. Selain itu manfaatnya akan terasa ketika keberhasilan dari perjuangan pengadvokasian itu dapat diwujudkan oleh BPM.

Aufa Afi sebagai perwakilan dari HMP ESA, berpendapat bahwa dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi manfaat yang mana dapat menunjang keberlanjutan HMP, BEM maupun UKM serta dapat menjadi manfaat untuk seluruh mahasiswa dengan adanya serap aspirasi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena HMP membutuhkan naungan ataupun wadah untuk berkeluh kesah yang mana nanti dapat memberikan apa yang diinginkan dan yang menghambat kinerja dari HMP tersebut, harapannya kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali tetapi dua sampai tiga kali lagi dan untuk ruitnitasnya dapat juga dilakukan per bulan sesuai dengan informasi yang telah diberikan oleh BPM pada HMP.” Tutup pria dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu.

 

Penulis : Tasya BS

Editor : Elina