Opini

Kapitalisme Pendidikan

Pendidikan dapat diartikan suatu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya manusia. Maksutnya ialah pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik sebagai anggota masyarakat untuk dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setingggi-tingginya (Ki Hajar Dewantara). Proses dalam pendidikan yang terjadi akhir-akhir ini terjebak dalam pengaruh perkembangan zaman pada sudut negatif. Pemberlakuan sistem pendidikan di sekolah hanya terfokus dalam proses menjual kharisma dan kebanggan semata sehingga banyak calon mahasiswa/siswa memilih lembaga berdasarkan tingkat ke-elitan sekolah tersebut. Hal tersebut berpengaruh kepada semakin marginalnya orang-orang miskin dalam mendapatkan hak pendidikan yang sama.

Sudut pandang mahal dan kebanggaan sebuah sekolah sifatnya kapital sehingga terjadinya pendidikan berbiaya mahal dapat dibenarkan. Biaya pendidikan yang mahal disekolah belakangan ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi orang-orang pinggiran, seakan pendidikan hanya sebuah mimpi bagi mereka. Potret pendidikan dimana antara si miskin dan si kaya  telah sangat berbeda secara kualitas sekolah. Fasilitas yang menjadi penopang keilmuan yang lazimnya berada disekolah, hanya menjadi angan bagi anak didik disekolah kecil. Cita-cita pendiri negeri untuk mencerdaskan kehidupan saat ini telah terabaikan oleh racun materialistis yang merasuki jiwa dan karakter oknum generasi pendidikan.

Suatu impian untuk melahirkan manusia-manusia yang memiliki kecerdasan, karakter, keterampilan serta tangkas dalam mengatasi permasalahan bangsa ini, kini seakan tertepis jauh dari kenyataan, saling menyalahkan atas perbuatan korup yang dilahirkan oleh sistem. Pendidikan kapitalis pun hanya menjadi wacana perdebatan dan tak mau merubah kebiasaan pendidikan yang salah ini. Belajar dari masalah tersebut, yang membuat maraknya penyusupan nilai-nilai negatif dan membudaya sehingga merubah tatanan bangsa adalah tidak berjalannya fungsi pancasila sebagai penyaring masuknya idiologi yang sifatnya akan merusak bangsa.

Pada dasarnya, pendidikan di indonesia adalah membangun kesadaran, agar apa yang diidamkan Ki Hajar Dewantara untuk membangun generasi yang tangkas dapat terealisasi, pola kesadaran tersebut dapat di wujud dengan penafsiran yang sesuai pada pendidikan tentang bagaimana pendidikan yang berpancasila sehingga proses penyusuan idiologi yang dirasa meracuni seperti arus kapitalisme yang tinggi terhadap pendidikan bisa dinetralisir seingga akan terlahir para generasi yang sesuai dengan jiwa dan zaman negeri ini (tangguh, tangkas, kritis dan orang yg ketimuran).

%d bloggers like this: