Tentang dia dan temannya yang mencoba mempermainkan rasa melibatkan aku di antara mereka.

“kamu itu seperti angin yang bisa ku rasakan tapi tak bisa ku genggam”

– Melodi Megantari Auriga.-

“kamu ibarat air ditengah lautan, tenang dan damai sebelum ombak datang menghancurkan ketenanganmu.”

-Rafa Alexander Bramasta-

 

Ini Melodi Megantari Auriga. Panggil saja melodi. Melodi menyukai senja dan bunga lili. Entah mengapa melodi begitu menyukai bunga lili itu, yang pasti aku tau artinya kesucian dan kemurnian. Melodi yang terjebak dalam taruhan mereka. Melodi sekolah di SMA Nusa Bangsa dan menduduki kelas X IPS 1. Pelajaran yang di sukainya pelajaran Bahasa Indonesia. Melodi adalah gadis lugu yang mungkin tidak terlalu di kenal di kalangan angkatannya. Melodi, gadis lugu dan cantik bermata lentik itu langsung melepas topinya saat barisan di bubarkan. Melodi langsung melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya dengan Nadia dan Aurel yang berjalan di sebelahnya. Nadia dan Aurel merupakan teman dekat Melodi sejak Melodi masuk kelas sepeluh. Awalnya Melodi tidak akrab langsung dengan mereka, sekitar beberapa minggu di kelas X IPS 1, Melodi barulah mulai akrab dan bahkan sekarang sangat dekat dengan Aurel dan juga Nadia.

 

“Rel, kamu ngerjain tugas yang kemarin gak?”tanya Nadia yang dibalas langsung dengan gelangan mantap oleh Aurel.

“Kamu Mel?”

Melodi menggeleng juga, karena malam itu melodi pergi keluar bersama keluarga sampai lupa kalau ada tugas sekarang, lagi pula dari berhalaman halaman tugasnya, tidak satupun yang pernah di periksa.

 

“Aku gak buat, paling gak di periksa juga. Doain aja gurunya gak sekolah,” keukeh Melodi dengan senyum miringnya.

 

Keduanya mengangguk berharap doa dadakan yang baru saja keluar dari mulut Melodi bisa di dengar Tuhan dan dikabulkan hari ini juga. “Semoga aja kali ini doa mu di dengar Tuhan,” keukeh Aurel pelan.

 

“ Nah itu, semoga bapaknya mendadak sakit terus sekarat, masuk UGD deh,” tambah Nadia sembari ngelantur.

“Eh, gak boleh gitu, Nad,” koreksi Aurel lalu tertawa renyah diikuti dengan kedua temannya. Tentu saja Aurel sebenarnya setuju dengan perkataan Nadia barusan. Melodi ikut tertawa kecil.

“Dasar murid laknat,” ucap Melodi yang menambah gelak tawa mereka.

 

Melodi bergumam kecil, saat sampai di depan kelasnya ia langsung berpapasan dengan 2 cowok. Namanya Rafa Alexander Bramasta salah satu siswa SMA Nusa Bangsa. Memiliki sifat ramah dan suka berbicara. Wajah tampan bak pangeran berkuda mampu membuat dirinya menjadi seorang playboy. Dengan sahabatnya seorang cowok yang miliki sorot mata dingin, irit bicara, datar namun memiliki ketampanan yang banyak di kagumi kaum hawa, dia adalah Alfano Ferdian. Mereka termasuk most wanted sekolah.

 

“Rel cowok dua cowok itu ganteng gak sih menurutmu?  tanya Nadia. “Ganteng banget lah, siapa emang namanya ?,” ucap Aurel yang tidak mau kalah.

“Ohh iyaa, coba tanya melodi  siapa tau mel udah kenal mereka,“  sahut nadia.“Ehh kalian ngobrolin apaan sih? Menurutku biasa aja 2 cowok itu dan aku gak kenal mereka berdua,” koreksi Melodi. Dan mampusnya saat itu Rafa baru saja memasuki kelas dan tentu cowok itu mendengar pembicaraan terakhir mereka.

Rafa yang berjalan di samping bangku Melodi itupun langsung berhenti. Melodi seketika bungkam dan menggigit bibir bawahnya saat menyadari Rafa yang kian menatapnya intens tanpa berkedip. Nadia langsung kembali ke bangkunya dan Aurel langsung kembali memutar bangkunya agar tak lagi mengarah ke bangku Melodi.

 

Rafa mengangkat dagu Melodi agar manik matanya menatap langsung kearah mata Rafa. Melodi tak tau harus apa, yang jelas ia malu saat ditonton teman-teman sekelasnya. “Kamu mau gak aku gombalin?” kata yang barusan keluar dari mulut Rafa lebih terdengar seperti penegasan saat ia mengucapkannya dengan nada datar dan tersenyum tipis.

“Gombalin… Fa…”

“Gombal aja! Pake nanya kamu Raf,”

 

Rafa tak mengubris sorakan-sorakan yang dilantunkan oleh teman-temannya, dia hanya tetap menatap Melodi yang tak menampilkan ekspresi apapun. Melodi tak menjawabnya karena Melodi tau Rafa tidak membutuhkan jawaban. Rafa menyunggingkan sudut bibirnya sebelum akhirnya menjatuhkan tangannya dari dagu Melodi.

 

Bel tanda istirahat menggema di seluruh penjuru sekolah.

 

“Mel, ke kantin yuk?” tawar Aurel dan Nadia secara bersamaan.

“Yuk.” Seru Melodi semangat.

Ketika memasuki kantin melodi bertemu dengan Rafa dan Fano, saat itu juga Melodi berpapasan dengan Rafa. Rafa menatap melodi dan melodi sebaliknya. Dan saat itulah Rafa ngobrol dengan Fano tentang taruhan itu.

“Taruhannya yaitu siapa yang dapat hatinya melodi, dialah pemenangnya,”kata Rafa dengan senyum miringnya.

“Setuju,” sahut Fano dengan mantap.

Lalu Fano ke meja Melodi dan gengnya untuk perkenalan dan ngobrol dengan mereka. “Hai, kenalin aku Alfano Ferdian, panggil aja Fano. Namamu siapa?”ucap fano memperkenalkan dirinya.

“ Aku Melodi Megantari Auriga, di panggil Melodi. Ini temen aku Nadia Agatha, di panggil Nadia, dan yang itu Aurel Natasya, di panggil Aurel.” Sahut Melodi dengan senyum tipisnya. “

“Ohh iya, kamu yang di gombalin teman aku kan, itu namanya Rafa Alexander Bramasta, di panggil Rafa, itu anak suka gitu, playboy dia, wkwkwk” ucap fano dengan tertawa.

“ Ohh gitu yaa, tapi gak papa sih, ganteng juga, mungkin nanti jadi pacarnya Melodi” sahut Aurel meledek Melodi.

“Ihh apaan sih, aku gak suka sama modelan kayak gitu” protes Melodi.

“Sukanya dengan modelan kayak aku yaa?” tanya fano dengan senyum manisnya.

“Fano gemes dehh, ganteng juga Fano. Kamu suka sama Melodi?” sahut Nadia.

“Iyaa dia cantik dan manis, mau gak jadi pacar aku?” tanya fano.

“Gak, baru aja kenal langsung jadian, berteman aja dulu”ucap Melodi.

“Ehh itu Rafa, mau ke sini guys” ucap Aurel.

“Ohh iyaa, faa, sini gabung sama Melodi” ucap Fano dengan semangatnya.

“Hai guys udah pada tau kan nama aku Rafa?” tanya Rafa. “Udah kok” sahut melodi.

“Oke dah kalo gitu, ohh iya btw nama kamu melodi kan?”tanya Rafa.

“Iya nama aku melodi” jawab Melodi. “Maaf yaa. Tadi gombalin kamu tanpa izin dari kamu”ucap Rafa dengan penuh penyesalan.

“Oke gak papa kok, santai aja” jawab Melodi.

“Kalo gitu boleh dong, aku gombalin kamu lagi?” tanya Rafa dengan senyum manisnya.

“Mending gak perlu deh” jawab Melodi.

“Oke kalo gitu karena kamu melarang, aku akan terus gombalin kamu. Bye melodi sayang” sahut Rafa dengan senyum mautnya dan pergi meninggalkan Melodi.

“Kalo gitu aku juga pamit pergi dulu yaa guys, Mel aku tunggu jawabanmu yaa” ucap Fano dengan tersenyum dan meninggalkan Melodi dan kedua temannya.

“Guys Melodi di rebutin dua cowok sekaligus! Ya ampun, kamu mau pilih yang mana Mel?” tanya Aurel heboh.

“Iyaa mel, kalo kamu pilih dua – duanya, jangan lah mel buat aku 1 jangan rakus juga” sahut Nadia.

“ Duhh guys aku gak akan pilih dua duanya, aku gak ada perasaan sama mereka. Jadi kalian jangan mikir yang aneh – aneh” jawab Melodi dengan wajah datarnya.

“ Ayo guys kita ke kelas, bentar lagi pelajaran di mulai.” Ucap Aurel beranjak pergi dan di ikuti oleh 2 teman nya itu.

Pelajaran selesai dan waktunya untuk pulang. “Mel, kita duluan ya soalnya Papa, Aku dan Nadia udah jemput. Kamu tunggu di sini aja, mungkin aja ada pangeran yang baik hati ngasih tumpangan buat kamu”ucap Aurel.

“Iya semoga aja ya, hati – hati guys!” jawab Melodi.

Dan mereka pun pulang. Cuaca mulai siang dan matahari sudah berada di atas kepala.

“Hai mel? Mau ikut aku pulang gak?” tanya Rafa yang mengendarai sepeda motornya.

“Hmm gak deh, aku nunggu papa aku jemput aja di sini makasih yaa!” jawab Melodi dengan senyumnya.

“Ayo sama aku aja pulangnya, nanti hujan dan kamu sendirian di sini. Apa gak takut? Sekolahan udah sepi tuh gak ada anak lagi. Ayo bareng sama aku aja” tawar Rafa.

“Oke kalo kamu gak keberatan aku ikut kamu!“ jawab Melodi dengan pasrah.

“Nahh gitu dong, pegangan ya takut jatuh” sahut Rafa.

Rafa tersenyum mantab dan berkata dalam hati “Bentar lagi aku akan mendapatkan hatinya Melodi dan memenangkan taruhan ini”

“ Mel, rumahmu di mana?” tanya Rafa. “ Di gang mastrib no 11, kamu tau?”

“Deket rumah aku dong” jawab Rafa dengan senyum.

“Rumah kamu di situ juga?”tanyanya penasaran.

“ Iyaa, bagus deh kalo gitu” ucap Rafa.

“Bagus apa Raf?” tanya Melodi.

“ Ya bagus nanti aku yang antar jemput kamu. Kamu harus mau dan gak ada penolakan ya” ucap Rafa dengan serius.

“ Apaan sih, aku gak mau” tolak Melodi.

“Gak ada penolakan, besok aku jemput ya? Kamu harus siap – siap!” sahut Rafa.

“ Iya deh” jawab Melodi dengan terpaksa.

“ Hehehe, gitu dong nurut sama calon pacar” jawab Rafa dengan senyum tipisnya.

“Calon pacar apa? Aku gak suka sama kamu!” tolak Melodi.

“Nanti kamu juga suka sama akukok ” jawab Rafa.

“Terserah kamu dah” sahut Melodi.

“Gimana kalo kita makan bakso dulu?  Mampir bentar itu perut kamu bunyi” tanya Rafa.

“Iya iya, terserah kamu aja” sahut Melodi.

“Oke dah” jawab Rafa.

Sehabis makan bakso dan mereka pun pulang dengan selamat.

Malam pun datang, dan Melodi dapet pesan dari seorang cowok, yaitu dari Rafa.

“Haii cantik di save ya wa aku”ucap Rafa.

“Iyaaaaaaaaaa, udah aku save” balas Melodi.

“Oke dah, kamu tidur ini udah malem. Besok aku jemput jangan sampai telat! Oke?” ucap Rafa.

“Oke” balas Melodi. Dan mematikan hpnya langsung tidur.

Keesokan harinya melodi terbangun pukul 5 dan melodi  bersiap diri. Rafa sudah menunggu melodi di luar. Melodi yang siap dengan seragamnya di sambut  oleh Rafa.

“Hai cantik pagi pagi ini udah cantik aja sihh” ucap Rafa dengan senyum manisnya.

“Apaan sih kamu” jawab Melodi dengan pipi merahnya.

“Ihh calon pacar aku salting nihh” sahut Rafa.

“Ayo jalan, nanti telat dapet hukuman dari guru”desak Melodi untuk menghentikan aksi Rafa yang menggoda Melodi terus menerus.

“Oke, pegangan yaa calon pacar” ucap Rafa.

Setiap hari di kasih perhatian sama Rafa dan Fano. Hati nya melodi luluh dan punya perasaan sama rafa tapi bukan Fano. Di kantin Rafa dan Fano siap untuk mendapat jawaban dari Melodi tentang perasaan Melodi.

“Hai guys” ucap Fano dan Rafa secara bersamaan.

“Hai juga” jawab mereka bertiga.

“Ngapain di sini? Mau pesen bakso?” tanya Melodi.

“Gak lah, kita di sini untuk meminta jawaban yang belum sempat kamu jawab” ucap Fano.

“Ohh tentang jawaban nyatain perasaan kalian ke Melodi, yaa?” tanya Aurel.

“Nahh bener, kita ke sini untuk itu” jawab Rafa.

“Oke, akan aku beri jawabannya sekarang” jawab Melodi dengan serius.

“Guys, aku kok jadi deg- degan yaa” ucap heboh Nadia.

“Diem Nad biar Melodi jawab dulu pertanyaan mereka, kamu diem dulu” ucap Aurel.

“Oke oke, aku diem” sahut Nadia dengan muka cemberut.

“Aku suka sama Rafa dan maaf untuk Fano kita berteman aja yaa?” ucap Melodi dengan senyum tipisnya.

“Yesss, aku terpilih,” ucap Rafa dengan semangat.

“Oke gak papa mel, santai aja” jawab Fano dengan sedikit sedih.

“Akhirnya Melodi gk jomblo lagi guys! Teriak Aurel dengan penuh semangat“

“Apasih kamu rel jangan malu maluin” sahut Melodi menyembunyikan mukanya karna malu.

Akhirnya Melodi dan Rafa pacaran. Belum sempat 2 bulan Melodi mendengar sesuatu yang membuat hati Melodi sakit.  Melodi tanpa sengaja mendengar taruhan tentang 2 bulan yang lalu yang keluar dari mulutnya Rafa sendiri yang mengobrol dengan fano. Melodi langsung menghampiri Rafa dan Fano, lalu tanpa sengaja menampar pipinya Rafa dan menangis.

“Kenapa kamu menangis Mel dan menampar pipinya rafa?”tanya Fano.

“Aku sudah dengar sendiri kalian membuat taruhan untuk meluluhkan hatiku dan ingin menjadi pacar aku kan?”tanya Melodi dengan wajah kecewa dan sedih.

“Iyaa itu benar, tapi sekarang beda Mel” protes Rafa.

“Kamu sekarang menang dan senang bisa membuat aku luluh dan jatuh cinta sama kamu? Untuk sekarang gak ada yg di jelaskan lagi! Dan untuk hari ini kita putus aja. Makasih untuk 2 bulannya”sahut Melodi dengan tersenyum sedih sambil berjalan meninggalkan Rafa dan Fano. Hati Rafa sakit tapi itu juga benar bahwa dia telah membuat taruhan 2 bulan yang lalu dan sekarang sudah beda, dia sudah jatuh cinta dengan Melodi. Akan tetapi pada akhirnya Melodi tidak akan menerima perasaaan Rafa lagi, Melodi benar-benar kecewa dan pada akhirnya dia akan melupakan perasaan sayang dan cinta nya ke Rafa.

TAMAT

Karya : Dewi Wulansari

Rabu, 30 Maret 2022