Menu

Mode Gelap
 

Straight News · 19 Nov 2025 22:30 WIB ·

UPA Bahasa Luruskan Isu Seputar Tes TOEFL dan Kepadatan Kuota Pendaftaran


 UPA Bahasa Luruskan Isu Seputar Tes TOEFL dan Kepadatan Kuota Pendaftaran Perbesar

UPA Bahasa Universitas Jember memberi klarifikasi terkait berbagai isu yang beredar di kalangan mahasiswa mengenai pelaksanaan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) sebagai salah satu syarat mengikuti wisuda. Isu tersebut mencakup dugaan adanya joki pendaftaran, joki pengerjaan tes, hingga keluhan mengenai kuota yang cepat penuh.

Dalam wawancara bersama anggota UKPM PIJAR, pihak UPA Bahasa menegaskan bahwa isu mengenai joki pendaftaran sejauh ini tidak pernah terbukti. Pihaknya menyatakan bahwa rumor tersebut muncul dan menyebar di media sosial tanpa didukung bukti atau laporan resmi dari peserta. “Kami tegaskan tidak ada joki pendaftaran. Itu hanya kabar yang beredar di media sosial tanpa kejelasan sumber,” ujar salah satu staf UPA Bahasa.

Pihak UPA Bahasa juga menjelaskan bahwa kepadatan kuota yang terjadi pada awal periode pendaftaran menjadi salah satu faktor munculnya kecurigaan tersebut. Banyak mahasiswa menganggap ada pihak tertentu yang “mendahului” pendaftaran, padahal kapasitas awal tes memang terbatas. Seiring berjalannya waktu, UPA Bahasa memperluas lokasi penyelenggaraan tes ke beberapa titik seperti UPT TIK, LPMPP, serta Laboratorium Health Science & Plant Lab IsDB (Gedung ToA di seberang FKG). Perluasan tempat ini membuat kapasitas meningkat signifikan hingga 390 kursi per hari, dengan jumlah kursi di UPA Bahasa sebanyak 70 kursi, UPT TIK 20 kursi, Gedung LPMPP 25 kursi, dan Laboratorium Health Science & Plant Lab IsDB 80 kursi. Kondisi tersebut membuat proses pendaftaran kini lebih lancar, bahkan dalam beberapa hari terakhir kuota pendaftar justru masih menyisakan kursi.

Selain itu, UPA Bahasa turut menjelaskan mengenai penyebab kuota terlihat cepat penuh pada waktu-waktu tertentu. Salah satunya adalah keberadaan peserta pelatihan CBEPT yang secara otomatis memperoleh kesempatan mengikuti tes sebanyak tiga kali. Pelatihan yang berlangsung selama 24 kali pertemuan dengan durasi 1,5 jam per sesi ini dianggap sebagai komitmen waktu yang cukup besar, sehingga UPA Bahasa memberikan apresiasi berupa prioritas kesempatan tes. “Mereka sudah menyediakan waktu lebih panjang untuk belajar, jadi kami prioritaskan,” jelas staf UPA Bahasa. Untuk mengikuti pelatihan ini, mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp450.000.

Isu lain yang mendapat sorotan mahasiswa adalah perubahan syarat pelatihan CBEPT, yakni peserta kini diwajibkan sudah menempuh seminar proposal (sempro). UPA Bahasa meluruskan bahwa ketentuan sempro hanya berlaku khusus untuk pelatihan CBEPT yang memang diperuntukkan bagi mahasiswa yang mendekati masa kelulusan. Aturan ini tidak berlaku bagi pelatihan TOEFL reguler yang dapat diikuti oleh mahasiswa semester berapa pun.

Terkait perbedaan antara tes CBEPT dan TOEFL, UPA Bahasa menyampaikan bahwa keduanya memiliki fungsi yang berbeda. CBEPT merupakan tes internal Universitas Jember dengan format mirip TOEFL dan digunakan sebagai syarat wajib wisuda. Sementara itu, TOEFL dari lembaga resmi seperti IIEF Jakarta memiliki cakupan lebih luas dan dapat digunakan untuk kebutuhan beasiswa maupun studi lanjut. Standar nilai minimal yang berlaku di Universitas Jember juga ditegaskan kembali, yakni 450 untuk jenjang S1, 475 untuk S2, 500 untuk S3, dan khusus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris minimal 475.

UPA Bahasa juga menambahkan bahwa setiap mahasiswa mendapat dua kali kesempatan mengikuti tes gratis. Jika belum mencapai nilai minimal, mahasiswa dapat mencoba kembali dengan biaya Rp75.000 per tes hingga maksimal lima kali. Apabila tetap belum memenuhi nilai minimum, mahasiswa tetap diperbolehkan mendaftar wisuda asalkan telah menyelesaikan seluruh kuota tes yang diwajibkan.

Isu mengenai server pendaftaran yang sempat mengalami gangguan juga dibahas dalam dalam wawancara ini. UPA Bahasa mengakui bahwa server sempat down karena kewalahan pada masa-masa awal ketika jumlah pendaftar membludak dalam waktu bersamaan. “Analoginya satu pintu dimasuki seribu orang. Wajar down. Tapi setelah lokasi tes diperluas, server sudah jauh lebih stabil,” ujar staf tersebut.

Melalui penjelasan ini, UPA Bahasa berharap mahasiswa tidak mudah mempercayai kabar yang beredar tanpa verifikasi dan lebih aktif mencari informasi dari sumber resmi. UPA Bahasa juga mendorong UKPM PIJAR untuk terus tumbuh menjadi jembatan informasi yang dapat dipercaya oleh seluruh mahasiswa Universitas Jember.

 

Penulis: Nabila S.

Penyunting: Ulfiyanti N. R.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gerbang Awal Menuju Generasi Emas, PKKMB UNEJ 2025 Resmi Dibuka

9 Agustus 2025 - 18:03 WIB

“The Death of The Activist”: Pementasan Aplikasi Penggaru XXXI UKM Teater Tiang Sukses Digelar

25 April 2025 - 10:04 WIB

Aksi Protes di Jember, Demonstran Serukan Penolakan UU TNI

30 Maret 2025 - 05:11 WIB

Revisi RUU TNI Ancam Supremasi Sipil Negara

21 Maret 2025 - 12:37 WIB

Tindak Lanjut Penandatangan Pakta Integritas oleh Wakil DPRD Kabupaten Jember

27 Februari 2025 - 20:06 WIB

Mahasiswa dan Masyarakat Jember Gelar Aksi “Indonesia Gelap”, Tuntut Tiga Isu Pokok

23 Februari 2025 - 06:58 WIB

Trending di Straight News