Menu

Mode Gelap
 

Cerpen · 6 Feb 2022 10:03 WIB ·

Antara Kawan dan Ego


 Antara Kawan dan Ego Perbesar

 

Ketika weekend datang seperti biasa seorang gadis yang biasa dipanggil Rissa akan berada di atas kasurnya untuk menyelesaikan series dan membaca novel selama seharian. Karissa Darmansa merupakan gadis introvert yang sangat senang berada di rumah. Ia memiliki teman yang sedikit selain jarang keluar ia juga kurang suka bersosioalisasi dengan orang di sekitarnya. Berbeda dengan sang sahabat Arasha Rangkuti gadis ekstrovert yang ceria, hangat, dan sangat suka berada di keramaian. Mereka berdua memiliki cara yang berbeda dalam menyenangkan diri, namun seringkali bersama dalam berbagi kesedihan.

 

Seperti biasa saat libur sang sahabat Arasha akan mengajaknya bermain dan lagi-lagi Rissa akan menolaknya. Hal ini sering kali terjadi dan selalu menjadi pemicu pertengkaran diantara mereka. Rissa yang selalu menolak ajakannya dengan berbagai alasan dan Ara yang selalu berusaha membujuk. Dan hari ini puncaknya, dimana Ara mengeluarkan keluh kesahnya dengan penolakan yang selalu Rissa berikan.

“Riss mau sampai kapan kamu kayak gini?” tanya Ara dengan emosi yang memuncak Rissa hanya memicingkan mata, ia heran mengapa sang sahabat memberikan pertanyaan demikian.

“Serius weekend ini di rumah lagi? Kamu tidak ingin bermain, kamu tidak ingin mencari udara segar, kamu beneran tidak bosan di rumah?” tanya Ara menggebu-gebu.

“Hmm aku sama sekali tidak bosan kok memangnya kenapa kalau terus-terusan di rumah” jawab Rissa dengan santai.

“Serius deh aku heran, kamu kok bisa berdiam di rumah terus. Apa mungkin kamu ada masalah, tolong cerita Riss!! Aku selalu bingung kenapa kamu menolak ajakanku atau kamu tidak suka main sama aku? Setidaknya tolong jelaskan aku tidak mau kamu kenapa-kenapa” ungkap Ara dengan menggebu-gebu.

“Ehhh tidak kok bukan begitu, aku bukannya tidak suka dan akupun baik-baik saja Ra aku juga tidak ada masalah, I’m fine” ungkap Rissa.

“Terus kenapa sikapmu selalu begini? Kenapa menghindar setiap aku ajak keluar” tanya Ara

“Hmm kamu sebenarnya juga tahu jawabannya, aku kurang nyaman berada di tempat ramai aku lebih suka di rumah” jelas Rissa.

“Separah ini kah? Aku tahu kamu memang kurang nyaman tapi bukan berarti terus berdiam diri di rumah. Bahkan hampir dua bulan kamu selalu di rumah, menurutku ini sudah berlebihan. Aku tahu kamu sangat nyaman dengan semua aktivitasmu tapi ada baiknya kamu juga keluar rumah untuk melihat suasana di sekitarmu”. Ujar Ara dengan serius.

“Hmm iya” jawab Rissa dengan lesu.

Look at me, hidup kamu bukan hanya sebatas kamarmu Riss banyak hal yang perlu kamu pelajari. Sesimpel cara menghargai dan berkomunikasi dengan orang ketika di luar. Aku tahu kamu kalau di kamar selalu nonton dan membaca novel, aku sama sekali tidak menyalahkan itu. Itu hobimu dan kamu nyaman bahkan itu keren banget bisa memotivasi kamu untuk membuat novel, tapi kamu juga perlu loh berada di luar, kamu perlu banget berinteraksi. Kamu juga perlu olahraga aku tahu kamu pastinya cuma di atas kasur dan itu tidak baik untuk kesehatan. Bagaimana kalau nanti kamu sakit pinggang atau mungkin kurang sinar matahari, belum lagi mata kamu, asal kamu tahu berada dirumah terus-menerus pun tidak baik kamu sangat perlu suasana baru” imbuh Ara.

“Iya aku tahu kok, tapi aku senang berada di rumah” jawab Rissa.

“Senang bukan berarti harus selalu di rumah kan, iya aku sangat tahu hobimu itu tapi sesekali kamu perlu untuk keluar. Aku bermain Handphone beberapa jam saja mataku lansung terasa panas, lantas bagaimana dengan kamu yang hampir 24 jam di depan layar itu. Mata kamu aman kan, kamu tidak ada niatan untuk mengurangi jam nonton dan bermain Handphone ?” tanya Ara, Rissa pun merenungkan perkataan sang sahabat dan teringat sesuatu.

“Sebenarnya akhir-akhir ini mataku sedikit sakit terkadang nonton sebentar saja kepalaku pusing. Aku juga sadar sih  perlu kurangin bermain Handphone, apalagi hampir dua bulan aku selalu dirumah dan kayaknya memang berlebihan, tapi mau bagaimana lagi aku tidak ada kesibukan lain aku juga bingung mau melakukan apa. Kalaupun ikut kamu main aku kurang suka soalnya selalu ramai-ramai” cicit Rissa.

“Nah kayaknya itu gara-gara bermain Hp terlalu sering. Anyway, aku mengajak kamu tidak selalu untuk bermain kok. Apalagi kalau kamu kurang nyaman ditempat ramai kita bisa lakukan hal lain. Kita bisa olahraga di halaman belakang rumahku, ke taman atau mungkin ke rumah Dimas yang penting tidak selalu dirumah” tutur Ara.

“Iya nanti aku coba deh” jawab Rissa.

“Harus dan tidak nanti-nanti, besok aku jemput. Kamu perlu suasana baru dan akupun perlu mengajak temanku yang menyebalkan ini”

“Bukan bermaksud untuk selalu memaksamu Riss aku cuma ingin kamu suka berbaur, aku takut kamu akan menutup diri terus-menerus” imbuh Ara.

“Iya aku mengerti kok, maksutnya kamu baik dan aku sangat berterima kasih. Kamu selalu menasihati dan memberiku saran. Terus jadi teman baikku ya Ra” ungkap Rissa.

“Terima kasih kembali, aku senang berteman denganmu jangan pernah sungkan. Kamupun juga sering memberiku masukan dan saran. Janji yaa kita berteman seterusnya” jawab Ara.

“Janji Ra, aku tahu kita pastinya akan ada saat seperti ini dan mari selalu bersama” tutur Rissa.

 

Karissa menyadari bahwa selalu berada di rumah memang cukup menyenangkan namun terkadang ia sedikit merasa kesepian, ia pun jarang berkomunikasi dengan orang selain keluarganya. Ia tidak pernah melakukan apa-apa selain berdiam diri di kamar tak jarang orang tuanya meminta agar ia bermain dan ia selalu menolaknya. Karissa menyadari bahwa ia terlalu larut dengan dunianya, ia selalu menutup diri dari orang di sekitarnya. Dan ia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Ara yang selalu memahaminya bahkan memberinya banyak masukan dan saran. Ia bertekad akan mencoba apa yang sahabatnya sarankan, meskipun kurang suka dan sulit ia akan berusaha untuk mencoba.

 

SELESAI.

 

Oleh : Miftahur Rofiah

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kilas Balik

28 Mei 2022 - 11:50 WIB

Mimpi

25 April 2022 - 00:16 WIB

Terjebak Rasa dan Hilang

31 Maret 2022 - 15:50 WIB

Perjuangan untuk Meraih Cita

23 Maret 2022 - 09:39 WIB

Sebatang Kara

13 Februari 2022 - 06:34 WIB

Keluarga Kecil di Surga

7 Februari 2022 - 15:45 WIB

Trending di Cerpen