0 0
Read Time:33 Second

Karya: Kharisma Sholikhatul Maulia

 

Hitam pekat menyelimuti langit

Angin dingin tak lagi terelakkan

Bahkan, angin terasa menusuk tajam seluruh tubuh manusia

Tanpa ampun, malam berubah menjadi kejam

 

Kamu tahu, di antara sekat, sinar itu menyeruak ke permukaan

Sinar putihnya tak pernah redup walau sekali

Hanya saja, manusia tak peduli

 

Kamu tahu, dia tak pernah meninggalkan dunia

Disaat manusia merintih, dia memberikan kehangatannya

Disaat manusia menangis, dia memberikan hiburannya

Disaat manusia suka cita, dia memberikan sinar terbaiknya

 

Keindahan di tengah kejamnya malam

Itulah ciri khasnya

Menguak langit sendiri tanpa takut

Tersenyum pada orang-orang, seolah memberi kekuatan

Sekali lagi, memberi kehangatan pada anggapan kejam dunia

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: