Menu

Mode Gelap
 

Features · 26 Sep 2019 08:36 WIB ·

Penyandang Disabilitas yang Semangat Kuliah


 Penyandang Disabilitas yang Semangat Kuliah Perbesar

Setiap manusia hidup dengan membawa garis takdirnya. Semua hal yang telah ditakdirkan pada dirinya memberi makna tersendiri dan tentu adalah yang terbaik bagi dirinya. Tidak perlu mengeluh dengan apa yang telah melekat pada diri. Jangan pernah pula merasa iri dengan apa yang orang lain miliki. Bersyukurlah untuk hidup ini.

Setiap orang punya kisahnya sendiri. Tidak hanya rasa senang yang menyelimuti hari-hari, masalah pun terkadang memberi warna yang mungkin kurang berarti bagi diri. Namun, bisa jadi membawa pengaruh bahkan memotivasi perjalanan hidup orang-orang di sekitarnya. Masalah ada untuk dihadapi, bukan untuk diratapi.

“Mas … mbak … permisi, bisa minta tolong?” begitu lontaran kalimat yang setiap hari dia ucapkan kepada seseorang untuk membantu dirinya. Angga, begitulah panggilan namanya. Mahasiswa kelahiran Lumajang, 22 Maret 2000 ini adalah penyandang disabilitas semenjak kecil. Dia tidak mempunyai kedua tangan. Aktivitas kesehariannya dia lakukan dengan kakinya, tak lupa pula dengan pertolongan orang di sekitarnya. Saat dia berpakaian rapi memakai kemeja, orang-orang akan bertanya kepada dirinya sendiri “mau kemana dia …?”, mungkin seperti itu. Saat dia menjawab sebuah pertanyaan ke mana kamu akan pergi, ia menjawab “Saya mau pergi ke kampus”. “Wah ternyata mahasiswa ya …” (batin orang yang bertanya kepadanya)

Angga adalah mahasiswa Universitas Jember Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang menempuh Program Studi Pendidikan Luar Sekolah. Semangatnya untuk kuliah sangat tinggi, dan mungkin semangatnya lebih dari orang normal pada umumnya. Jalan kaki menuju kampus bukanlah masalah yang berat untuk dia. Terkadang teman satu kosnya menawari boncengan jika ada jadwal yang mungkin sama untuk ke kampus.

Sifat dia seperti orang normal pada umumnya. Angga adalah anak sosial dan mudah diajak untuk berteman. Dia ramah, dan selalu menyapa teman-teman yang dia jumpai. Teman-teman di kampusnya tidak pernah memandang rendah ke arahnya. Mereka justru selalu memotivasi dan memberi dukungan untuk Angga.

Sekilas kisah Angga terlihat biasa saja. Namun, yang menjadikannya begitu istimewa adalah semangatnya untuk belajar. Kekurangan fisik yang melekat tidak menjadi sebuah halangan untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Kegigihan dalam menuntut ilmu demi menjadi generasi yang bisa diandalkan menjadi salah satu yang memotivasi orang-orang di sekitarnya untuk bisa semangat seperti Angga. Dia bisa … bagaimana dengan kita?

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sempat Tidak Ingin Melanjutkan Kuliah, Mahasiswa FKIP UNEJ Lulus Dengan Predikat Lulusan Terbaik

8 Oktober 2021 - 23:53 WIB

Penapijar Pendidikan Gelar Acara Nonton Bareng dan Diskusi Publik

9 Juni 2021 - 16:51 WIB

Menang Lomba Menyanyi, Elsy: Sukses  Butuh  Proses

23 April 2021 - 04:36 WIB

Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember di Dapuk Menjadi Duta Lingkungan Jawa Timur2021

19 April 2021 - 18:21 WIB

Pemanfaatan Sampah Dapur sebagai Alternatif Pupuk  Urban Farming

29 Maret 2021 - 04:40 WIB

Yudisium FKIP UNEJ Periode II Luluskan 156 Sarjana dan Magister

27 Maret 2021 - 16:01 WIB

Trending di Features