Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 25 Feb 2023 15:18 WIB ·

Perlunya Kontribusi Generasi Milineal dalam Pelestarian Alam


 Perlunya Kontribusi Generasi Milineal dalam Pelestarian Alam Perbesar

Pena Pijar-Artikel, Realitanya manusia tidak bisa terlepas dengan keberagaman sumber daya alamnya. Pemahaman bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alamnya terkadang kurang dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sumber daya alam yang melimpah seyogyanya tidak membuat masyarakat Indonesia menjadi kaya, melainkan diperlukan tata kelola yang baik antara pemerintah dengan warganya secara maksimal.

Pentingkah implementasi mahasiswa dalam pelestarian alam? Implementasi pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sekitar, baik yang dilakukan dosen maupun mahasiswa. Kegiatan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan sivitas akademika di luar kampus antara lain: pengelolaan lahan pertanian organik di berbagai wilayah dengan menerapkan metode modern yang sudah dipelajari di kampus. Dalam rangka meningkatkan peran mahasiswa dalam membawa perubahan lingkungan utamanya mengajak masyarakat umum melalui pemanfaatan sosial media. Tentunya, sosial media juga sudah populer di kalangan masyarakat baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa bahkan lanjut usia. Dari adanya teknologi canggih ini diharapkan mahasiswa yang dianggap melek teknologi bisa menggunakan secara bijak untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar, khususnya sampah. Solusi yang ditawarkan berupa membuat konten edukatif yang secara tidak langsung memunculkan daya tarik tersendiri. Tentunya solusi tersebut akan mendapatkan manfaat dari masyarakat dan mahasiswa itu sendiri, karena mahasiswa bisa meningkatkan softskill. Meskipun aksi tersebut dapat dikatakan sederhana, tetapi bisa membawa perubahan untuk dunia yang lebih baik.

Bagaimana sih cara generasi muda khususnya mahasiswa dalam pengelolaan lingkungan?

  • Arsitektur Hijau (green architecture)

Arsitektur hijau (green architecture) adalah arsitektur yang penggunaan dan pendekatannya minim mengonsumsi sumber daya alam, termasuk energi maupun air, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Salah satu penerapan arsitektur hijau diantaranya adalah pengelolaan gedung kampus Universitas Jember yang sesuai dengan kaidah bangunan yang ramah lingkungan serta desain interior yang penggunaan bahan yang ramah lingkungan.

  • Pengolahan Limbah

Di Indonesia masalah pengolahan limbah hasil ekploitasi sumber daya alam mineral maupun pertambangan industri belum dilaksanakan secara bertanggung jawab. Seringkali kita membuang limbah begitu saja tanpa memikirkan dampaknya bagi kesehatan. Generasi muda contohnya mahasiswa yang dimana memiliki jiwa kreatifitas tinggi dalam pengelolaan limbah contohnya sampah dapat mengelola menjadi produk yang layak pakai dan memiliki daya jual yang tinggi misalnya: mengolah sampah plastik kopi menjadi tas yang banyak diminati ibu-ibu jaman sekarang, dan mendaur ulang limbah cair menjadi pupuk cair organik yang mampu menghasilkan panen berupa sayur dan buah yang lebih segar dan enak, juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

  • Transportasi Hijau

Transportasi hijau (green transport) merupakan perangkat transportasi yang berwawasan lingkungan, yakni seminimal mungkin menggunakan energi yang tidak menghasilkan gas rumah kaca. Transportasi hijau atau sistem transportasi yang berkelanjutan harus menjamin aksebilitas dan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. Program transportasi hijau harus didukung oleh tuntutan sivitas akademika dengan berjalan kaki atau bersepeda dalam pergerakan kampus guna menumbuhkan budaya sehat.

Melalui cara-cara di atas yang dapat dilakukan generasi muda khususnya mahasiswa, diharapkan lingkungan dengan pemanfaatan sumber daya alamnya dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin agar lingkungan sekitar dapat  lestari sehingga dapat dimanfaatkan oleh keturunan selanjutnya. Lingkungan yang sehat akan tercipta manusia yang sehat juga.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pentingnya Belajar Ilmu Mengasuh Anak Sejak Dini

29 Maret 2024 - 12:45 WIB

Untuk Apa Perempuan Sekolah Tinggi-Tinggi?

24 Maret 2024 - 11:08 WIB

Menakan Ekspor Biji Nikel dengan Hilirisasi

21 Maret 2024 - 21:23 WIB

Pernikahan Dini menurut Kaca Mata Feminisme

15 Maret 2024 - 14:24 WIB

Stop Merokok Saat Berkendara

15 Maret 2024 - 14:19 WIB

Pentingnya Peningkatan Literasi Digital pada Kalangan Mahasiswa

29 Februari 2024 - 21:25 WIB

Trending di Artikel