0 0
Read Time:5 Minute, 16 Second

 

PENAPIJAR.COM – Jumat (4/2/2022) UKPM Pijar dari bidang redaksi melakukan wawancara kepada calon presiden BEM FKIP UNEJ dari paslon 1. Paslon ini terdiri dari calon presiden BEM FKIP UNEJ yaitu Nabila Ariij Aridini yang merupakan mahasiswa dari program studi pendidikan biologi. Sementara itu, untuk calon wakil presiden BEM FKIP paslon 1 adalah M. Adinul Firdausi. Wawancara dilakukan melalui WhatsApp.

Mereka mempunyai visi mewujudkan BEM FKIP sebagai kawah candradimuka yang responsif, aspiratif, progresif dalam bingkai intelektual, kekeluargaan, dan keharmonisan dengan semangat gotong royong. Untuk misinya sebagai berikut. (1) Memfasilitasi pengembangan minat bakat keilmuan dan karakter mahasiswa FKIP UNEJ di kancah universitas, nasional, dan internasional. (2) Mengoptimalkan kualitas dan kapabilitas internal yang komprehensif demi aktualisasi diri fungsionaris BEM FKIP. (3) Meningkatkan fungsi BEM FKIP dalam memberikan pelayanan berbasis digital akses yang berkualitas efektif dan efisien secara konsisten baik kepada mahasiswa maupun universitas. (4) Melakukan kerja sama dengan UKM dan organisasi aktif lainnya di Universitas Jember dalam mewujudkan visi dan misi BEM FKIP. (5) Menciptakan BEM FKIP sebagai rumah bagi seluruh ormawa FKIP untuk saling bersinergi menghasilkan ide, gagasan dan karya yang konkrit, superlatif serta masif bagi seluruh elemen FKIP maupun masyarakat.

“Untuk mewujudkan visi dan misi, kami menawarkan program kerja sebagai berikut. Pertama, pengontrolan semua kegiatan setiap bulan sesuai timeline. Kedua, colobium yaitu melakukan konsolidasi perumusan nilai yang ingin dikembangkan dengan perwakilan ormawa FKIP. Mekanismenya serap aspirasi di setiap ormawa dulu, baru kita dapat mengadakan kerja sama dan nantinya kami akan mengadakan berbagai seminar pengembangan diri dari mahasiswa FKIP itu sendiri. Lalu ada Saintifik Journing yaitu memfasilitasi anak-anak FKIP dalam mengembangkan inovasi dan gagasan serta inovasi yang nantinya dapat di angkat dalam partisipasi kompetisi maupun publikasi karya tulis ilmiah, poster, esai maupun puisi. Lalu untuk program kerja yang ke-3 yaitu adalah Sponsorship Plans yakni memberikan wawasan kepada peserta seminar yakni mahasiswa FKIP itu sendiri tentang cara membuat hubungan kerja sama dengan perusahaan atau lembaga melalui proposal kerja sama yang baik dan menarik. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa FKIP di ranah kerja nanti. Lalu yang terakhir dan paling penting adalah rumah bestari yakni sebagai wadah edukasi pengembangan dan pelatihan keterampilan bagi mahasiswa FKIP untuk mendukung SDGs 2030 dengan cara berkolaborasi bersama non profit organization atau LSM setempat di wilayah Jember. Jadi, nanti ada beberapa poin SDGs yang masuk ke rumah bestari namun kita usahakan seluruh poin-poin SDGs akan kita kembangkan di kepengurusan BEM 2022 apabila terpilih menjadi pasangan presiden BEM dan wakil presiden BEM,” ujar Nabila Ariij Aridini selaku calon Presiden BEM FKIP

Hal yang memotivasi mereka untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden dalam Pemira 2022 ini adalah yang pertama ingin mencoba karena usia cukup. Lalu yang kedua ingin membawa FKIP UNEJ lebih maju lagi dan mengembangkan popularitas FKIP di ranah nasional serta menjadikan BEM sebagai kawah candradimuka atau ruang tumbuh bagi seluruh mahasiswa FKIP maupun seluruh mahasiswa di Indonesia. Selanjutnya mereka merasa mampu untuk mewujudkan seluruh visi misi maupun proker yang ada. Menurut penuturan Nabila Ariij Aridini, mereka membuat proker visi misi ini benar-benar dipikir dengan matang dan benar-benar di ukur dengan kemampuan yang dipunyai. Di samping itu, berdasarkan wawancara kami dengan calon presiden BEM FKIP paslon 1 ada kata-kata dari dosennya di UGM yang juga memotivasinya. Dikarenakan ia pernah mengikuti kelas leadership di UGM selama 1 semester dan kata-kata dari dosennya benar-benar mengena sekali yaitu siapapun bisa menjadi pemimpin tetapi tidak semua orang memiliki skill leadership yang baik. Jadi, ini benar-benar memotivasi dirinya untuk menerapkan cara leadership yang baik itu di FKIP.

“Saya melihat BEM FKIP ini membutuhkan orang yang dapat bekerja secara fleksibel, transparan, dan mampu memimpin sebuah tim dalam jumlah besar karena pengalaman saya yang sudah terjun ke berbagai organisasi termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat. Saya kira saya sudah merasa mampu untuk memenuhi beberapa syarat terkait leadership yang baik dan juga beberapa proker yang saya tawarkan itu saya rasa juga cukup menarik bagi mahasiswa FKIP terutama untuk menyukseskan SDGs 2030 ke depannya. Terutama lagi di bidang pendidikan karena FKIP ini basicnya di bidang pendidikan,” tambah  Nabila Ariij Aridini.

Pasangan calon 1 mempunyai slogan responsif, aspiratif, dan progresif. Menurut mereka, secara sederhana responsif itu dapat diartikan benar-benar fast respon untuk menanggapi segala keluhan maupun kritik dan saran dari mahasiswa FKIP. Lalu tentang isu-isu terkait pendidikan bisa disalurkan langsung kepada mahasiswa FKIP sebagai bentuk responsifnya dari BEM. Lalu aspiratif ini yaitu menampung segala saran, kritik maupun apapun yang mahasiswa FKIP katakan kepada BEM dan nantinya akan diproses sedemikian rupa merupakan masuk ke poin progresif. Jika terpilih mereka juga berjanji akan menyalurkan informasi dari mahasiswa ke fakultas maupun fakultas ke mahasiswa dengan sangat-sangat cepat dan dengan sistematik juga serta bisa menyiarkan seluruh aspirasi maupun seluruh kritik dan saran melalui media sosial BEM FKIP UNEJ yaitu IG ataupun rencananya rencanya akan akan membuat website.

“Sesuai dengan hal-hal yang saya singgung kemarin-kemarin yakni mengenai SDGs 2030. Saya sangat-sangat berkaca dengan hal itu dan di sini tentang gender equality yang merupakan SDGs goals poin 5. Kita harus menghilangkan yang namanya diskriminasi terhadap perempuan di manapun. Lalu kita juga harus menghilangkan berbagai kata-kata yang tidak pantas untuk perempuan yang termasuk kekerasan seksual yang berbasis perkataan dan masih banyak lagi poin-poin SDGs goals nomor 5. Jadi, itu yang menjadikan acuan saya dan menjadikan saya berani untuk maju menjadi Presiden BEM FKIP pada Pemira ini di tahun 2022.  Pesan saya, kita sebagai pendidik, otomatis kita juga masuk ke ranah pendidikan anak-anak usia dini maupun menengah dan atas. Jadi, kita juga merupakan tangan pertama untuk mewujudkan SDGs 2030 poin 5 tentunya gender equality. Kita juga bisa mengedukasi masyarakat lainnya dengan cara menerbitkan berbagai tulisan untuk menyukseskan SDGs 2030 terutama goals nomor 5 itu tadi. Lalu untuk perempuan juga jangan sungkan-sungkan/ jangan malu. Intinya jangan ragu untuk berbicara kepada hukum apabila merasa kurang tentang keadilan ataupun merasa dilecehkan. Dikarenakan di masa sekarang ini banyak sekali lembaga hukum yang sudah membuka aspirasi maupun membuka pelayanan untuk wanita dan anak-anak. Lalu pesan saya yang terakhir itu jangan takut untuk memperjuangkan keadilan karena pada dasarnya itu yang dibutuhkan perempuan bukan kesetaraan tapi keadilan karena keadilan di atas segalanya,” jawab calon presiden BEM FKIP UNEJ nomor urut 1 ketika ditanya terkait kaum perempuan agar mendapat hak yang sama dengan laki-laki.

 

Pewarta: Khoirul Nizam Muhammad dan Dea Ari Wardani

Editor   : Khoirul Nizam Muhammad

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: