Foto : Ketua HMP dan Ormawa se-FKIP Universitas Jember


Penapijar.com – Seluruh Mahasiswa yang diwakili oleh Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember sukses melaksanakan audiensi dengan pihak Dekanat (Senin, 7 Juni 2021).

Peristiwa ini dilakukan tatkala sebelum auidiensi dilakukan, pimpinan tertinggi dalam Fakultas tersebut yaitu Dekan membuat keputusan yang dirasakan oleh Aliansi Mahasiswa tersebut merupakan keputusan sepihak dan tidak mengedepankan musyawarah.

Adapun keputusan-keputusan yang dinilai sepihak, yakni berkenaan dengan kegiatan mahasiswa yang sejatinya untuk pengembangan kemampuan Mahasiswa dana yang seharusnya dikeluarkan oleh pihak terkait ditunda dengan alasan yang kurang diterima. Tentu hal inilah yang menghambat kinerja seluruh UKM dan Ormawa yang ada di Fakultas basis pengembangan tenaga pendidik tersebut.

Pada jalannya audiensi, seluruh mahasiswa yang diwakili oleh masing-masing UKM dan Ormawa menyampaikan beberapa permintaan yang sekiranya dapat memberikan ruang terhadap program kerja yang memang sudah direncanakan oleh masing-masing organisasi kemahasiswaan tersebut.

BPM sendiri selaku penengah dalam suksesnya penyelenggaraaan audiensi juga turut gabung dalam Aliansi Mahasiswa FKIP. Tentunya, ikut bergabung satu-satunya Badan Legislatif yang ada di FKIP Universitas Jember tersebut dikarenakan pihak BPM sendiri juga merasakan terkait dengan permasalahan yang sedang terjadi.

“Kita di sini baru setengah tahun menjabat, namun pada saat ini kita sedang mengalami permasalahan terkait dengan ditundanya dana kegiatan UKM dan Ormawa. Atas dasar inilah saya selaku pimpinan BPM harus mengambil sikap dan melakukan komunikasi terhadap pihak pemangku kebijakan untuk bisa mempertemukan dengan pihak UKM dan Ormawa yang mendapatkan permasalahan tersebut,” jelas Syifa selaku ketua BPM FKIP UNEJ.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh pimpinan tertinggi Organisasi Eksekutif Mahasiswa yang menyatakan kalau memang audiensi ini menekankan terkait dengan pendanaan yang dilakukan oleh pihak Fakultas untuk tidak ditunda.

“Penundaan pendanaan yang dilakukan oleh pihak Fakultas terhadap program kerja yang memerlukan biaya tentu akan menganggu alur kegiatan mahasiswa dalam satu pengurusan penuh ke depan. Tentu hal ini sangat mengganggu kinerja dan mengganggu jadwal dari pengurus UKM dan Ormawa yang juga merupakan mahasiswa yang tidak hanya berurusan dengan keorganisasian tetapi juga menyangkut akademik yang harus diselesaikan,” tutur Dayat sebagai ketua BEM FKIP UNEJ.

Namun jalannya audiensi berlangsung, pihak Dekanat yang diwakili oleh Dr. Sukidin M. Pd selaku Wakil Dekan 3 yang mengurusi kemahasiswaan menyampaikan kalau pihak Dekanat akan mengganti keputusan yang terjadi dan tidak akan menunda pendanaan terhadap Program Kerja Ormawa. Bahkan, pihak Dekanat akan menambah dana satu tahun kepengurusan Ormawa.

“Kami selaku pemangku kebijakan yang ada di fakultas memutuskan tidak akan menunda pendanaan program kerja seluruh Ormawa, selain itu kami akan menambah dana kegiatan mahasiswa sebesar tujuh juta. Menjadi tujuh belas juta per UKM dan Ormawa dalam satu tahun kepengurusan,” jelas Bapak Sukidin yang juga pembina takmir masjid FKIP Ki Hadjar Dewantara tersebut.

Penulis : Achmad Fuji Asro

Editor : Alvin Khoiriyah