Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) menyelenggarakan debat terbuka terhadap kandidat pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM 2022 pada Minggu (6/2/2022) yang diikuti oleh dua paslon. Paslon 1 terdiri dari dari Nabilah Ariij Aridini dan M. Adinul Firdausi. Sementara itu, paslon 2 terdiri dari Inggit Setia Pranata dan Ach. Robi Ramdhani. Debat dilaksanakan secara semi offline. Para kandidat melakukan debat secara offline sedangkan peserta ataupun tim sukses dari masing-masing kandidat melalui online via zoom meeting dan live streaming instagram. Debat ini dihadiri sekitar 123 orang, baik dari peserta umum, timses, ataupun peserta undangan. Sementara itu, Debat kali ini mengusung tema “Mewujudkan Pemimpin adil, Berintegritas, dan Berkarakter melalui PEMIRA 2022 yang Demokratis, Transparan, serta Aspiratif untuk FKIP Jaya”.

Pada acara debat yang dilakukan oleh KPUM ini terdapat 4 sesi. Sesi pertama yaitu kedua paslon calon ketua dan wakil ketua BEM 2022 menyampaikan visi misinya secara runtut dengan waktu yang dibatasi. Dengan sangat antusias setiap paslon mampu memberikan penjelasan-penjelasan detail tentang visi misinya, baik itu dari paslon 1 ataupun paslon 2 yang menginginkan perubahan bagi FKIP agar semakin baik kedepannya. Sesi kedua dan ketiga, setiap paslon menjawab pertanyaan dari panelis. Baik itu pertanyaan dari ketua BPM maupun ketua BEM periode 2021 ataupun dari peserta umum yang join via zoom meeting. Puncaknya yaitu pada sesi keempat merupakan sesi debat dengan tema bebas yang diacak pada masing-masing paslon. Paslon akan memberikan pertanyaan antar paslon serta feedbacknya masing-masing. Di sesi ini, terjadinya pertanyaaan-pertanyaan serta feedback-feedback dari paslon 1 dan paslon 2 sehingga suasana semakin memanas namun tetap kondusif. Setiap paslon menyampaikan apa saja yang dicanangkan ketika nantinya terpilih menjadi ketua dan wakil ketua BEM FKIP 2022 guna meyakinkan peserta zoom serta membuat ciut paslon yang memberikan pertanyaan dengan jawaban yang amat rinci.

Ditemui secara terpisah setelah acara debat selesai, paslon 1 mengatakan bahwasannya yang mendorong untuk mencalonkan diri sebagai ketua dan wakil ketua BEM 2022 karena FKIP masih belum cukup ideal terkait transparansi sehingga harus bergerak untuk memperbaiki hal tersebut. Dikatakan pula keinginannya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diperoleh dari setiap kegiatan-kegiatan leadership yang diikuti untuk membuat FKIP lebih maju. “Kita akan melakukan sinergi dengan seluruh elemen yang ada di FKIP, entah itu akan melakukan konsilidasi pada presidium yang nantinya akan duduk bersama untuk merancang ide/gagasan untuk menghasilkan suatu karya, karena yang kita tekankan adalah KERJA, KERJA, DAN KARYA,” tutur calon wakil ketua BEM 2022 tnomor urut 1 terhadap gagasan yang akan dilakukan ketika nantinya terpilih menjadi wakil ketua BEM 2022. Tidak lupa pula, paslon 1 berpesan kepada semua mahasiswa terutama pada perempuan untuk tidak merasa minder untuk memimpin suatu organisasi apapun karena perempuan memiliki kesetaraan gender sebagaimana laki-laki dan menghimbau mahasiswa untuk meriset sendiri tentang generasi emas 2045 ataupun program SDGs 2030.

Selanjutnya, tim Pijar juga menemui paslon 2 untuk kami wawancara selepas acara debat usai. Dengan keyakinan yang tinggi paslon 2 menginginkan perubahan-perubahan bagi FKIP yang lebih baik apalagi dengan adanya mahasiswa sebagai agent of change yang merupakan salah satu tombak mewujudkan apa yang kami semua harapkan untuk FKIP. “Beberapa kekurangan yang kami dapati melalui berbagai pendekatan dan analisis study kami, menjadi hal yang mendorong untuk maju mencalonkan sebagai calon ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa tahun ini,” tutur Inggit Setia Pranata. Gagasan dari paslon 2 ini yaitu sinergi FKIP dan capacity building sebagai proker besar yang nantinya akan menjadi sinergi besar untuk semua perwakilan civitas akademika dalam membicarakan terkait apa yang menjadi kendala dan apa yang perlu dimediatory untuk kendala-kendala tersebut. Pasangan urut 2 ini juga akan mengawal isu-isu yang sedang bergulir di FKIP mulai dari kekerasan seksual dan yang lainnya. Utamanya untuk memajukan pendidikan di Jember ini sendiri. Sementara itu, untuk capacity building akan dijadikan sebagai wadah bakat dan minat mahasiswa dalam setiap bidang. Akan tetapi, profesionalitas tetap menjadi tujuan besar bagi setiap kepengurusan nantinya, yaitu dengan adanya structural independen untuk mengarahkan setiap pengurus agar sesuai dengan tugasnya masing-masing. Tidak hanya itu, paslon 2 ini juga memberikan pendapatnya terhadap kesetaraan gender. Karena calon ketua BEM FKIP ini merupakan perempuan, ia memberikan penjelasan bahwasannya hak yang dimiliki seorang perempuan dengan laki-laki itu tidak ada bedanya, “Di mata apapun kedudukan perempuan dan laki-laki itu sama, sama-sama memiliki hak untuk memimpin atau menahkodai organisasi,” tutur calon ketua BEM FKIP 2022. Kesetaraan gender menjadi hal utama yang menjadikan perempuan memiliki kemampuan-kemapuan yang tidak dapat diremehkan. Adapun pesan dari paslon 2 terhadap perempuan-perempuan FKIP Universitas jember agar mampu speak up ataupun mengutarakan keinginan untuk memajukan FKIP sendiri agar semua mahasiswa dapat merasakan dampaknya. Terakhir, power statement yang diberikan oleh paslon 2 menekankan agar mahasiswa mengetahui apa itu demokrasi dan mampu menggunakan hak suaranya dengan baik. “Dalam momentum Pemira kali ini, mahasiswa harus sadar akan demokrasi karena satu suara menentukan bagaimana FKIP kedepannya. Memilih dan menggunakan hak pilih merupakan miniatur kenegaraan yang menjadi tanggung jawab bagi mahasiswa untuk FKIP ke depannya,” tutur paslon nomor urut 2, Inggit Setia Pranata dan Ach. Robi Ramdhani.

Debat pasangan calon dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember kali ini sukses digelar oleh KPUM (Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa). Hal ini dikarenakan acaranya berlangsung lancar.

 

Pewarta : Bintun Maulidyatul Chabibah dan Jalis Syarifah

Editor    : Khoirul Nizam Muhammad