OPINIPIJAR.COM – Overthingking tentunya sudah menjadi topic utama yang dibahas di kalangan mahasiswa. Overthingking bisa saja terjadi apabila kita terlalu memikirkan sesuatu yang telah terjadi, akan terjadi, sampai sesuatu yang sedang terjadi saat ini. Overthingking kemungkinan besar dapat disebabkan oleh rasa camas, sakit hati, atau rasa malu yang dimiliki oleh seseorang.

Seperti yang sudah kita ketahui, setiap orang pasti pernah mengalami overthingking. Overthingking dapat berawal dari ruminasi yang disertai dengan rasa khawatir berlebih. Ruminasi merupakan kecenderungan untuk selalu memikirkan suatu hal yang telah berlalu, sedangkan khawatir merupakan sebuah kecenderungan memikirkan prediksi yang negatif. Akibat terlalu memikirkan hal yang akan terjadi atau sesuatu yang telah terjadi dapat menimbulkan perasaan overthingking yang berlebihan.

Tanda-tanda overthingking biasanya berawal dari suatu kebiasaan yang biasa kita lakukan sehari-hari, atau bisa jadi berawal dari suatu ketakukan atau perasaan yang menjadi beban di dalam pikiran kita. Tanda-tanda overthingking yang kerap terjadi saat ini yaitu kita terlalu memikirkan perkataan orang lain, terlalu memikirkan perkataan orang lain memang cukup sulit untuk dihindari, karena kita pasti pernah mendengar perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang kita temui, baik ucapan yang bernilai positif bahkan bernilai negatif. Nah akibat ucapan-ucapan yang diberikan oleh seseorang inilah yang mengakibatkan timbulnya rasa insecure di dalam diri kita yang bisa mengakibatkan munculnya overthingking karena terlalu memikirkan penilaian orang lain kepada kita yang berlebihan.

Tidak hanya itu saja, overthingking bisa terjadi karena kebiasaan kita sendiri seperti memiliki rasa takut untuk memulai sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Biasanya kita terlalu memikirkan sesuatu yang belum pasti akan terjadi seperti melakukan suatu kesalahan, di mana suatu kesalahan itu akan menimbulkan bahan omangan orang lain, akibatnya timbul suatu overthingking yang berlebihan.

Overthingking yang sedang marak terjadi pada remaja yaitu overthingking terhadap suatu hubungan yang sedang di jalani secara jauh (Long Distance Relationship). Karena suatu hubungan ini merupakan suatu hubungan yang cukup sulit untuk dilakukan, dimana harus di dasari perasaan saling percaya terhadap satu sama lain agar suatu hubungan bisa bertahan. Biasanya rasa saling percaya inilah yang dapat menimbulkan overthingking yang berlebihan dimana suatu saat bisa saja  salah satu dari mereka dapat mematahkan rasa kepercayaan yang telah dijaga selama ini, akibatnya timbul ruminasi dan kekhawatiran yang berlebihan di dalam pikiran kita.

Overthingking memang perlu, tetapi tidak boleh terlalu berlebihan yang dapat menggangu mental yang ada di dalam diri kita. Ovethingking dapat diatasi degan cara mengevaluasi semua permasalahan yang sebenarnya terjadi dan kita bisa mengambil langkah yang tepat untuk permasalahan yang sedang terjadi. Kita juga bisa bercerita ke teman terdekat kita yang bisa untuk dipercaya (bestie), di mana teman kita bisa membantu untuk memberikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Jangan pernah merasa sendiri, coba lihat ke belakang banyak orang yang masih peduli kepada kita.

Kunci utama dalam menghadapi overthingking adalah tetap berpikir ke arah yang positif, sebenarnya pikiran negative belum tentu salah, namun yang paling penting adalah kita menyadari bahwa kita pasti memiliki sebuah kendali atas pikiran tersebut. Sejatinya pikiran, perasaan, dan perilaku yang ada di dalam diri kita tentunya sangat berkaitan satu sama lain, maka dari itu untuk memunculkan pikiran yang positif kita harus mampu untuk menilai suatu kejadian atau hal dari segi positif terlebih dahulu. Jangan sering memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi karena akan terasa sia-sia karena kita belum mengetahui seperti apa kebenarannya.

*) Mahasiswa Pendidikan Ekonomi

Referensi :

https://ugm.ac.id/id/berita/21277-mengenal-apa-itu-overthinking

Penulis : Elda Fidianata

Editor : Miftahur Rofiah