Pena Pijar, Opini – Mahasiswa? Siapa sih mahasiswa itu? Bagi masyarakat luas mendengar kata mahasiswa merupakan hal yang menakjubkan, istimewa, dan seringkali dipandang bisa melakukan berbagai hal, bahkan dianggap paling tinggi IQ-nya. Mahasiswa tuh siapa sih? Tentunya, kita tahu siapa sih mahasiswa. Mahasiswa, maha-nya para siswa, mereka yang menduduki bangku kuliah, mereka yang berada pada pendidikan lanjut setelah mengenyam pendidikan SMA/SMK/MA dan sekolah setaraf dengannya.

Seiring berjalannya waktu dan seiring bergantinya era, masyarakat luas sudah banyak yang memahami pentingnya berpendidikan bahkan untuk prastise sosial dimasyarakat tentang perempuan yang nantinya hanya menjadi seorang ibu rumah tangga, bahkan dilarang untuk berpendidikan tinggi, kini sudah berangsur punah. Pendidikan disama ratakan, perempuan sudah bisa memperjuangkan mimpinya tanpa takut dibatasi lagi ruang geraknya. Meskipun masih ada akan tetapi sudah lebih minim dibandingkan era-era sebelumnya.

Menjadi mahasiswa ada peran dan fungsi yang harus dilakukan. Peran mahasiswa diantaranya adalah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, sebagai kontrol politik, dan sebagai penyambung lidah. Sementara fungsi mahasiswa diantaranya adalah sebagai Agent of Change, Social Control, Moral Force, Iron Stock, dan Guardian of Value. Selain itu perguruan tinggi juga mempunyai peranan, peran perguruan tinggi selalu terkoneksi dengan triangle academic. Hal itu tidak boleh dilupakan oleh mahasiswa, triangle academic atau yang sering dikenal dengan sebutan “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yakni, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Tiga hal yang memang harus dipenuhi semua kalangan akademisi.

Dengan peran yang tidak boleh dilupakan tersebut, pemerintah benar-benar menaruh harapan besar kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk bisa bergerak membawa perubahan. Tidak melihat kecil atau besarnya dampak yang dihasilkan tetapi setidaknya ada satu gerakan yang mampu membawa sedikit perubahan baik di lingkungan masyarakat sekitar, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan dengan harapan mampu membawa perubahan dengan dampak yang bisa dirasakan diseluruh negeri.

Bagaimana pandangan masyarakat terhadap mahasiswa?. Masyarakat sekitar, umumnya masyarakat desa seringkali menuntut mahasiswa untuk serba bisa dan serba tahu tentang berbagai hal. Tidak jarang ketika mahasiswa diminta melakukan sesuatu lalu menjawab “Aduh maaf bu saya tidak tahu” atau “Aduh maaf saya kurang paham”, masyarakat akan langsung menilai “Katanya mahasiswa gitu aja kok nggak bisa” “Katanya mahasiswa kok begitu saja tidak tahu”.

Objek mahasiswa dalam kacamata masyarakat melihat mahasiswa adalah gelar istimewa yang memang tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu. Sehingga saat masyarakat tidak tahu atau tidak bisa, bertanya kepada mahasiswa adalah solusinya. Apa yang tidak masyarakat ketahui mahasiswa harus mengetahui, apa yang tidak bisa dilakukan oleh masyarakat mahasiswa harus bisa melakukannya.

Lalu dengan berbagai harapan dari berbagai pihak, bagaimana sih menjadi mahasiswa yang baik? Apakah kita perlu merealisasikan harapan semua orang?. Seringkali saat peristiwa itu terjadi, mahasiswa menggerutu, dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan marah kepada si penanya yang menyepelekan mahasiswa tersebut. Menjadi mahasiswa memang bukan hal sepele.

Seharusnya sebelum kita memutuskan untuk memilih melanjutkan ke perguruan tingga kita harus sudah paham dengan segala konsekuensi yang akan kita dapati. Perlu diingat “Kita memang orang-orang terpelajar, akan tetapi kita juga masih perlu banyak belajar”. Dari kata-kata tersebut kita harus memahami dari segala sisi. Memang benar bisa menjadi mahasiswa adalah hal yang istimewa, masih banyak masyarakat yang menginginkan untuk bisa berada diposisi itu namun belum bisa karena ada faktor-faktor tertentu yang mengahalangi. Menjadi seorang mahasiswa bukan berarti semuanya mempunyai IQ diatas rata-rata, keberagaman hobi, minat, bakat, dan segala bentuk kemampuan menjadikan mahasiswa juga tidak bisa disamaratakan kemampuannya.

Mahasiswa memang tidak harus menguasai banyak hal, tetapi setidaknya mahasiswa harus tau dan bisa membedakan tentang hal-hal mendasar dan hal-hal yang sifatnya universal. Tidak mengapa tak pintar asal kita masih punya kemauan untuk belajar. Yang masih belum hilang seutuhnya adalah pandangan mahasiswa bahwa kuliah hanya untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik dengan gelar sarjananya. Pandangan tersebut tidak bisa sepenuhnya disalahkan dan dibenarkan karena sebetulnya kesempatan menjadi mahasiswa tak terbatas pada ruang kerja saja.

Mahasiswa bisa melakukan apapun yang ingin mereka lakukan, mahasiswa bisa mengeksplor diri dengan cara menambah relasi, wawasan, pengetahuan, dan semua pengalaman yang didapati dilingkungan kampusnya. Jangan membatasi diri dengan menganggap diri tak bisa melakukan apa-apa. Menganggap diri tak cukup pandai, menganggap bahwa diri ini tak punya kemampuan apapun.

Belajar adalah hal utama yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa, tak sebatas pada mata kuliah di ruang kelas tetapi tentang berbagai hal yang juga ditemui dilapangan. Relasi pertemananpun bisa dijadikan tempat untuk belajar. Belajar menambah pengetahuan, belajar melatih emosional, belajar memahami karakter orang. Karena sebetulnya yang dibutuhkan mahasiswa bukan hanya tingginya IQ yang dimiliki tetapi juga keseimbangan antara IQ (Intelligence Quotience/ Kecerdasan Intelektual), EQ (Emotional Quotient/ Kecerdasan Emosional), dan SQ (Spiritual Quotient/ Kecerdasan Spiritual). Kepintaran saja tidak akan cukup untuk hidup dimasyarakat karena harus ada kecerdasan dalam mengelola emosi dan kecerdasan dalam hal keyakinan (spiritual) sehingga saat memnghadapi masyarakat dengan penuh amarah kita bisa meredam bukan malah memperkeruh dengan meluapkan emosi yang sama.

Hal sederhana yang bisa kita aplikasikan adalaha dengan menjadi petunjuk tentang berita yang menyebar dikalangan masyarakat sekitar ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kita bisa membantu memberikan pandangan tentang bagaimana caranya mengetahui kebenaran sebuah berita, mengingat sekarang adalah era digital sehingga sudah banyak berita hoax yang masuk dengan mudah di media sosial dan masyarakat pun bisa dengan mudah mendapatkan informasinya.

Sumber Opini :

8 Peran dan Fungsi Mahasiswa bagi Kehidupan Bermasyarakat

Fokus Tri Dharma Perguruan Tinggi Menuju Center of Excellence

Sumber Ilustrasi :

Cara Tepat Menjadi Mahasiswa Ideal

Penulis : Mila Alfiyani

Editor : Miftahur Rofiah